Beritainternusa.com, Yogyakarta – Usia tak menjadi alasan untuk bermalas-malasan mencari rizki. Mungkin itulah gambaran dari Mbah Wudi, 83 tahun, warga Gowasari, Pajangan, Bantul.Meski usianya sudah tak bisa dikatakan muda, namun, semangatnya untuk tetap bekerja, tak pernah padam.

Setiap hari, ia masih setia bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya dengan berjualan buah-buahan di kawasan objek wisata Gua Selarong, Bantul.

“Saya berangkat jualan jam 08.00 WIB pagi. Pulangnya nanti kalau pengunjung sudah sepi. Jam empat sore,” kata Mbah Wudi, Selasa (10/7/2018).

Di kawasan objek wisata tempat petilasan Pangeran Diponegoro inilah setiap harinya Mbah Wudi menjajakan  dagangannya. Dagangan Mbah Wudi digelar seadanya, di emperan anak tangga persis menuju area gua.Mulai dari jambu air, sawo, ciplukan, sirsak, pisang hingga kacang rebus.

“Monggo dilarisi dagangan kulo mas, mbak,” ucap Mbah Wudi kepada para pengunjung yang lewat. Buah-buahan yang dijual ini, menurut Mbah Wudi, merupakan hasil dari kebun buah yang ada di pekarangan rumah anak-anaknya.

“Buah ini kan banyak tumbuh di pekarangan rumah anak saya. Anak saya yang kirim, terus saya jual kesini,” terangnya. Hasil dari jualan buah, diakui Mbah Wudi bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan suaminya.

“Sehari kadang dapat Rp 50-60 ribu. Bisa buat beli beras, buat layatan, buat kasih uang saku cucu kalau mau pergi sekolah,”tutur Mbah Wudi.

Senang Bekerja

Menjalani usia tua, Mbah Wudi mengaku hanya hidup berdua bersama suaminya. Mbah Wudi memiliki enam orang anak yang semuanya sudah berkeluarga.Dari keenam anaknya, ia mengaku tak terbesit sedikitpun untuk merepotkan mereka.

Meski sudah berusia lanjut, dia mengaku lebih memilih bekerja sendiri, kalau hanya untuk sekadar mencukupi kebutuhan hidupnya. “Dari kecil saya memang suka bekerja. Nggak mau merepotkan anak-anak saya,” tutur Mbah Wudi.

Bekerja sebagai penjual buah di objek wisata Gua Selarong, diakuinya, sudah ia jalani sejak puluhan tahun silam.Sejak usianya masih muda.

“Jualan di sini (Gua selarong) sudah 50 tahunan lebih. Sejak usia saya masih muda, sampai udah tua kayak gini,” ujar Mbah Wudi, terkekeh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here