Jogja.beritainternusa.com, Kulonprogo – Kulonprogo akan mewakili DIY dalam Festival Olahraga Tradisional tingkat Nasional, 6-9 Juli 2018 di Jambi. Kali ini, kontingen Binangun ini akan menampilkan olahraga tradisional Obah Owah.

Ketua Kontingen Sekaligus Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan bahwa Obah Owah merupakan permainan rakyat yang dulunya dimainkan para muda-mudi saat musim panen padi.

Biasanya dimainkan saat malam bulan purnama dengan perlengkapan khas musim panen seperti memedi sawah, jerami, untaian padi, alu, dan tenggok.

“Kami memilih menampilkan Obah Owah karena sejak dulu ada di tengah masyarakat,” kata Joko Mursito di sela gladi bersih di halaman Taman Budaya Kulonprogo.

Permainan ini dimulai dengan adu cepat pemain untuk mengambil alu dan sarung dengan berjalan dalam posisi duduk menggunakan tangan.

Setelah itu, tiga pemain berjalan bersama dengan dilingkari sarung. Pemain yang ada di belakang berjalan zig-zag melewati memedi sawah dengan menggunakan alas dua sarung yang dilingkarkan pada badan mereka. Sarung kemudian dipakai sebagai tandu dan diangkat menggunakan dua alu dan para pemain berebut mendapatkan untaian padi.

Pemain yang mendapatkan untaian padi keluar menjadi pemenang.Jika hasilnya sama, juri akan melemparkan bola untuk diperebutkan para pemain menggunakan tenggok.

“Selain unik, olahraga tradisional ini menuntut kedisiplinan tinggi dan gerakan tangkas,” jelas Joko.

Joko mengatakan, Kulonprogo kembali ditunjuk mewakili DIY setelah menyabet posisi runner up dalam festival yang sama di 2014 lalu melalui permainan Nglarak Blarak. Sedangkan pada tahun 2016, permainan itu menjadi juara pertama dalam ajang internasional Tafisa.

Pihaknya telah melakukan persiapan sejak tiga bulan dan nanti akan diberangkatkan kontingen dengan 15 personel. Satu di antara pemain, Rumekar Agung Pembayun menyebut permainan Obah Owah cukup menyenangkan.

Permainan ini membutuhkan kelincahan dan kemampuan menjaga keseimbangan saat berjalan zigzag berseluncur dengan kaki memakai sarung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here