Jogja.beritainternusa.com, Sleman – Nur Fitriana (32), guru Sekolah Dasar (SD) N Deresan Kabupaten Sleman dikenal sebagai sosok guru inovatif dalam metode pembelajaran kepada siswa di sekolah tempatnya mengajar. Bahkan Fitri juga tidak pelit berbagi ilmu yang dikuasainya kepada guru lain.

Fitri merupakan satu dari 10 guru asal Indonesia yang lolos seleksi mengikuti pelatihan astronaut di US Space & Rocket Center (USSRC) National Aeronautics and Space Administration (NASA) di Amerika Serikat pada 21-25 Juni 2018.

“Bu Fitri ini termasuk inovatif, inovator khususnya saat kegiatan pembelajaran siswa,” kata Kepala Sekolah SD N Deresan, Indah Lestari, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, metode pembelajaran yang digunakan Fitri menyenangkan bagi siswa. Ketika mata pelajaran yang harus praktik, maka anak-anak dibawa ke luar kelas menuju lokasi yang menunjang pembelajaran.

“Jadi tidak hanya abstrak, tapi dibawa ke lokasi, misal pelajaran IPA harus ke sungai ya dibawa ke sungai, jadi anak tidak bosen, yang harus praktik ya praktik betul. Seperti siswa diajak bikin bahan bakar alternatif dari sayur dan buah yang sudah membusuk, anak-anak dicobakan dan mempraktikkannya,” jelasnya.

Dengan metode yang digunakan Fitri, lanjut Indah, siswa senang dan antusias dalam belajar. Apalagi dengan Kurikulum 2013 dan guru hanya mengacu pada buku yang materinya sedikit dan tidak menjabarkannya, maka pembelajaran sekian menit materi habis. Sehingga anak dinilai akan kesulitan memahami apa yang harus dilakukan.

“Memang butuh keaktifan khusus, anak-anak dibuat senang dalam pembelajaran,” ujarnya.

Disamping dengan anak didik, menurut Indah, Fitri juga aktif komunikasi dengan orang tua murid. Beberapa kegiatan pembelajaran hampir semuanya melibatkan orang tua. Seperti untuk menyiapkan bahan ketika akan membuat jamu tradisional.

“Anak jadi paham bahan-bahannya apa, anak-anak juga dibiasakan presentasi dalam setiap kegiatan praktik,” terangnya.

Tak hanya itu, Indah menjelaskan SD N Deresan kini juga punya akun youtube berisi pembelajaran inovatif yang sebagai besar dilakukan Fitri yang mulai mengajar di SD N Deresan sejak 1 Maret 2015.

“Meski kami minta jangan sampai pelatihan dan lomba menganggu proses pembelajaran siswa, tapi kami mendukung karena ilmu Fitri bisa bertambah. Dia juga aktif di kelompok kegiatan guru, pernah ikut sertakan guru berprestasi tahun lalu, tapi terkendala sertifikasi pendidik.

“Fitri guru masih muda punya potensi lebih untuk kemajuan sekolahan, kemarin daftar S3 lolos tapi belum diambil. Dan sehabis diklat dia menyampaikan apa yang didapat ke guru lain agar ilmunya bisa disalurkan ke yang lain, juga ke forum satu gugus sehingga ilmunya tidak untuk sendiri saja,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here