Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi

 

Beritainternusa.com, Simalungun – Operasi SAR nasional terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun VI di Danau Toba, Sumatera Utara, resmi ditutup. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi berterima kasih kepada Tim SAR gabungan yang telah berupaya keras melakukan pencarian korban.

“Semoga saudara-saudara kita damai di sana dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Syaugi dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Kantor SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, dalam apel yang digelar, Selasa (3/7/2018).

Syaugi mengatakan, hari ini adalah rangkaian terakhir dari upaya pencarian terhadap korban tenggelam KM Sinar Bangun di Danau Toba. Ini sesuai hasil kesepakatan bersama dengan keluarga korban, Pemkab Simalungun dan Samosir, tim SAR Gabungan TNI-Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta lainnya.

Dikatakan Syaugi, berbagai daya dan upaya telah dilakukan tim SAR gabungan untuk mencari dan menyelamatkan para korban. Dia mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja tim SAR gabungan yang tak lelah siang dan malam melakukan pencarian.

“Kepada pemerintah maupun masyarakat Toba dan sekitarnya, kami mengimbau agar tragedi ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan. Semoga tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun VI ini menjadi terakhir kalinya,” katanya.

Ditambahkan Syaugi, meski resmi ditutup, bukan berarti upaya pencarian korban serta merta dihentikan. Kantor SAR medan melalui pos SAR Parapat akan tetap melakukan pemantauan secara aktif bekerja sama dengan unsur-unsur terkait. Masyarakat juga diminta memberi tahu jika ada informasi terbaru yang valid soal korban.

Syaugi juga meminta maaf secara tulus kepada masyarakat Sumatera Utara, khususnya keluarga korban, jika ada yang merasa tim SAR gabungan kurang maksimal. Namun dia menyatakan, segala daya dan upaya telah dikerahkan untuk mencari korban.

“Akhirnya pada hari ini selasa tanggal 3 Juli 2018 pukul 14.45 WIB operasi SAR terhadap tenggelamnya KM Sinar Bangun VI di perairan Danau Toba secara resmi dinyatakan ditutup. Semoga Allah SWT meridhai kita semua,” ujarnya.

KM Sinar Bangun VI tenggelam pada Senin (18/6) lalu saat melaju dari Simanindo ke Tiga Ras. Ada 21 orang yang berhasil dievakuasi, 3 orang di antaranya tewas. Sementara hingga operasi SAR nasional ditutup, ada 164 orang yang dinyatakan hilang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here