Foto: Rabiatul Adawiyah, guru pemilih Ridwan Kamil yang dipecat

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Partai Gerindra menyayangkan kasus guru di Bekasi, Rabiatul Adawiyah, yang disoal gara-gara memilih Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018. Menurut Gerindra, setiap warga negara memiliki hak untuk memilih.

“Tentu kita menyayangkan karena pilihan politik itu urusan pribadi masing-masing. Setiap warga negara punya hak untuk memilih dan dipilih dan tidak bisa dipaksakan,” ujar Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade saat dihubungi, Sabtu (30/6/2018).

Kabar pemecatan ini menjadi viral di media sosial. Rabiatul sudah islah dengan pihak SDIT Darul Maza dan yayasan. Namun dia tidak mau kembali mengajar di sekolah tersebut.

Gerindra yang mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Jabar bersyukur perkara ini sudah islah. Namun Gerindra meminta kasus ‘guru korban Pilkada’ dijadikan pelajaran ke depan supaya tidak ada upaya memaksakan pilihan politik.

“Alhamdulillah kita dengar pihak sekolah datang dan sudah ada islah. Ke depan ini pelajaran kita dalam menghadapi Pilpres, Pileg, jangan ada upaya memaksakan memilih siapa pun. Kami Gerindra menyayangkan ada upaya ini karena kalau Gerindra itu memakai gagasan, kalau dipilih Alhamdulillah, kalau nggak dipilih nggak apa-apa,” tutur Andre.

Rabiatul Adawiyah merupakan guru di SDIT Darul Maza, Jatiasih, Bekasi. Seorang guru di sekolah tersebut, Tri, menyebut apa yang terjadi dengan Robiatul merupakan sebuah kesalahpahaman.

Dia menduga ada faktor emosi berbicara sehingga salah paham. Tri juga menegaskan tidak ada arahan dari pihak sekolah untuk memilih salah satu calon.

“Saya bisa sampaikan semua yang terjadi sudah selesai, sudah tidak ada masalah apapun, sudah clear, sudah diselesaikan dengan musyawarah. Itu hanya kesalahpahaman. Tidak ada yang dipecat atau di-PHK,” kata Tri di SDIT Darul Maza di Jl Gapin, Jatiasih, Bekasi, Jumat (29/6).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here