Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Sebanyak 79 kasus sengatan ubur-ubur terjadi selama libur lebaran lalu hingga hari Senin (25/6/2018), dan tersebar di berbagai pantai selatan Gunungkidul.

Koordinator Sar Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono mengatakan serangan paling banyak terjadi di Pantai Sepanjang sebanyak 26 kasus.

“Terjadi peningkatan korban terkena ubur-ubur tahun lalu saat musim liburan tidak ada kasus sengatan ubur-ubur,” terangnya, Senin (25/6/2018).

Selanjutnya ia mengatakan korban kebamyakan dari anak-anak karena mereka tidak tahu sehingga ubur-ubur tersebut terinjak atau digunakan sebagai mainan.

“Perkiraan muncul ubur-ubur atau impes pada bulan juli hingga agustus,” terangnya.

Ia mengatakan untuk pantai baron nihil terjadi sengatan ubur-ubur karena air laut tercampur dengan air tawar (sungai) sehingga ubur-ubur tidak sampai ke pinggir pantai.

“Kami telah mengupayakan memberikan papan peringatan, lalu jika ada ubur-ubur yang terdampar di pantai akan kami bersihkan lalu dikubur ke tempat yang jauh dari jangkauan wisatawan,”tuturnya.

Untuk total jumlah kecelakaan laut saat hari libur lebaran terjadi 18 kasus laka laut dengan rincian 14 laki-laki dan 3 orang perempuan dan dinyatakan selamat.

“Satu orang wisatawan meninggal itu saja bukan disebabkan kecelakaan laut tetapi korban terkena serangan jantung. Korban berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah,” terangnya.

Sedangkan untuk kasus terbaru menimpa seorang wisatawan di Pantai Ngrumput, Desa Banjarjo, Tanjungsari, Senin (25/6) pukul 08.15 wib. Beruntung korban masih bisa diselamatkan.

Sekretaris SAR Satlinmas Istimewa Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan sebelum kejadian, korban yakni Juki Endriawan, 24, warga Karanganyar Jawa Tengah masih asyik bermain air.

“Juki terjatuh hingga terseret ombak hingga tengah, melihat kejadian tersebut Tim SAR yang berjaga bergegas melakukan pertolongan,” terang Suris.

Menurut keterangan teman korban Juki sebelumnya mengidap penyakit ginjal, saat dilakukan evakuasi badan korban menggigil dan dirujuk ke RSUD Wonosari.

“Karena tempat kejadian sulit dijangkau, petugas harus menyusuri perbukitan berjarak 1,5 kilometer,” terang Suris.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Priyanta Madya mengatakan pihaknya telah mengkoordinasikan puskesmas yang dekat dengan pantai agar siap melayani wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur.

“jika terkena sengatan ubur-ubur lepas tentakelnya lalu basuh dengan cuka atau air laut dicampur dengan baking soda, lalu kompres dengan air hangat,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here