Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi sambutan saat peresmian Gerakan Pasar Murah Demokrat di Jakarta, Kamis (7/6). SBY ikut membagikan langsung paket sembako kepada warga.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menanggapi santai tentang pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut aparat tidak netral dalam Pilkada.

Arief berpendapat pernyataan SBY lebih bersifat mengingatkan. “Itu kan pesan biasa saja. Pesan untuk siapa pun. Mengingatkan kembali,” kata Arief di gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu, (24/6/2018).

Menurut Arief, sudah sepatutnya seluruh aparat negara baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, dan TNI bersikap netral saat pemilu berlangsung. Prinsipnya, netralitas tak bisa ditawar.

“Komitmen semua aparat pemerintahan, ASN, TNI, Polri, BIN. Memang sudah menjadi kewajiban mereka harus netral,” ucap Arief.

Arief pun meminta kepada seluruh pihak untuk melapor apabila menemukan hal-hal semacam itu. Nantinya akan ditindaklanjuti oleh penegak hukum terpadu (Gakumdu) untuk memprosesnya.

“Ada regulasi yang bisa ditegakkan untuk menjaga (netralitas) itu,” tandas Arief.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyebut ada oknum aparat penegak hukum memperlihatkan tidak netral benar adanya. Dia juga siap ditangkap atas pernyatannya tersebut. “Kalau ada yang merasa tidak nyaman dengan ucapan saya dan ingin menciduk saya, silakan,” kata SBY .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here