Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Kesabaran warga Hargosari,Tanjungsari Gunungkidul akhirnya habis terkait air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Tirta Handayani Gunungkidul yang sudah diberikan waktu 20 hari pertama dan 15 hari kedua oleh warga Hargosari namun pada kenyataan sampai tenggang waktu habis air bersih yang di tunggu – tunggu warga tak kunjung mengalir.

Melalui surat aduan yang di tanda tangani bersama oleh warga Hargosari tertanggal 6 juni 2018 warga mengharapkan ketegasan Bupati Gunungkidul untuk bisa segera mengevaluasi jajaran Dureksi PDAM Tirta Handayani dan apabila Bupati tidak mengindahkan tuntuntan warga maka warga Hargosari mengancam akan menurunkan masa dengan berorasi di kantor Pemkab Gunungkidul.

Isi surat aduan yang diharuskan oleh  warga Hargosari kepada Bupati Gunungkidul intinya ada 2 yaitu :

1.Mengharap Bupati mendesak PDAM untuk untuk mengalirkan air PDAM untuk pelanggan di Hargosari minimal 3 hari setiap minggu.

2.Mengevaluasi jabatan Direktur Utama Tirta Handayani Gunungkidul, dan diganti dengan orang baru yang lebih mampu Bekerja, Karena menurut perwakilan warga Suyono selama 15 tahun sejak instalasi terpasang warga tidak pernah merasa teraliri air PDAM pada hal warga masih harus tetap membayar abodemen.

” 15 tahun bukan waktu yang sebentar bagi kami untuk menerima, mengalah dan sabar namun sampai sekarang kami tetap saja belum bisa menikmati air bersih yang inatalasinya sudah terpasang bahkan kami harus menanggung beban berat karena harus membayar abodemen dan membeli tanki air ” jelasnya.

PDAM Tirta Handayani sempat menemui warga beberapa bulan lalu di balai Desa Hargosari untuk mendengarkan masukan dan keluhan warga sekaligus berjanji selama 15 hari air dapat lancar di Hargosari namun pada kenyataanya sampai saat ini warga masih belum merasakan apa – apa bahkan warga masih tetap membeli air tanki dengan harga 100.000 per tanki, seperti di ungkapkan oleh juru bicara warga Kusworo ” Kami memang sudah di ajak bicara oleh PDAM beberapa bulan lalu dan intinya PDAM minta waktu 15 hari pada hal sebelumnya melalui petugas lapangan sudah minta waktu 20 hari untuk mmenormalisasi jaringan kenyataanya sampai sekarang belum mengalir, dan warga masih tetap membeli tanki dengan harga 100.000 per tangki, ” paparnya.

Menunggu tanggapan Bupati Gunungkidul untuk bersikap warga Hargosari tetap berkoordinasi dengan PDAM karena air bersih menjadi salah kebutuhan dasar manusia untuk hidup sehingga apabila kebutuhan dasar saja pemetintah daerah tidak mampu melayani bagaimana dengan kebutuhan yang lain yang sampai saat ini masih belum maksimal di lakukan oleh pemerintah daerah.

Terpisah Camat Tanjungsari Rahmadian saat di konfirmasi terkait tindakan warga Hargosari mengadukan soal air bersih ke Bupati secara singkat Camat menjelaskan tetap akan mengawal sampai warganya bisa menikmati air bersih secara merata ” Saya akan tetap mmengawal dan mendesak PDAM agar bisa sesegera mungkin merealisasikan keinginan warga ” pungkasnya.

Pewarta           : Ady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here