Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Beberapa waktu yang lalu Bupati Gunungkidul mengeluarkan surat edaran untuk menekan harga gas 3kg yang di peruntukan masyarakat miskin turun harga namun hal itu tidak berpengaruh apa – apa bahkan harga gas 3kg di beberapa wilayah di Gunungkidul cenderung mahal, yaitu masih mencapai harga 24.000 – 25.000 per 3 kg.

Hal tersebut seperti di sampaikan Mbak War pedagang gorengan di wilayah kecamatan Rongkop dia menjelaskan bahwa harga gas di wilayah Rongkop dan sekitarnya di tingkat pengecer 24.000 – 25.000 ” Saya biasanya di anterin harganya 20.000 per 3 kg kalau di warung – warung ada yang jual 24.000 dan 25.000 ” terangnya.

Apabila mengacu Peraturan Gubernur no 17 tahun 2015 Harga Eceran Tertinggi ( HET ) di pangkalan tidak boleh menjual diatas 15.500 namun pada kenyataanya di kalangan masyarakat miskin harga gas 3 kg masih berkisar antara 24.000 – 25.000 per 3 kg, Senada dengan mbak War, Antono warga Desa Kerambil Sawit yang juga seorang perangkat desa mengakui bahwa di wilayahnya harga gas di tingkat pengecer mahal yaitu 24.000 – 25.000 ” Di sini harga gas tidak pernah berubah masih 24.000 hingga 25.000 per 3 kg, mungkin perlu tindakan tegas dari aparat kepada pangkalan nakal, ” kalau cuma surat edaran saja ga berpengaruh apa – apa lagi pula surat edaran Bupati hanya himbauan agar masyarakat yang berpenghasilan di atas 1.500.000 tidak boleh gunakan gas 3 kg, tidak ada penjelasan sanksi bagi pangkalan nakal ” tutupnya.

Banyak kalangan menilai bahwa respon Bupati terkait harga Gas 3kg yang mahal hanya bersifat himbauan agar Camat dan Kepala desa memyampaikan ke masyarakat apabila menemukan pangkalan nakal bagaimana tidak di jelaskan tindakan kongrit bila masyarakat menemukan pangkalan Nakal akan di sanksi apa.

Sementara wilayah yang ada perubahan terkait harga gas 3k adalah semanu, warga semanu Gunungkidul sampai saat ini harga gas di pengecer sekitar 18.000 .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here