Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyimpulkan rentetan erupsi freatik Merapi yang terjadi pada tahun ini, memiliki karakter yang sama dengan aktivitas Merapi pascaerupsi besar tahun 1872 yang lalu.

Hal itu mengacu pada sejumlah catatan sejarah yang pernah terjadi, terkait erupsi Gunung Merapi. Seperti diketahui, erupsi besar pernah terjadi di Gunung Merapi lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1872.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, menjelaskan bahwa siklus yang terjadi kali ini memiliki indikasi yang sama seperti tahun 1872 hingga 1883 ketika Merapi kembali akan membentuk kubah lava.

“Setelah erupsi besar di tahun 1872, muncul kembali kubah lava pada 1883, diantara 1872 hingga 1883 itulah erupsi yang terjadi mirip seperti sekarang ini,” jelas Hanik Humaida, di kantornya, Rabu (6/6/2018).

Ditambahkan Kepala BPPTKG, bedasarkan analisa gambar dan material yang dilontarkan, erupsi pada 1872 mirip dengan yang terjadi tahun 2010. Oleh karena itu, diprediksikan siklus Merapi yang terjadi setelah 1872 akan kembali terjadi saat ini karena erupsi tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan Merapi pasca2010.

Lebih lanjut, BPPTKG memperkirakan hal tersebut menjadi indikasi terkait aktivitas Merapi setelah ini. “Sehingga ini kemungkinan bisa menjadi indikasi untuk aktivitas Merapi selanjutnya,” Pungkas Hanik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here