Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Panenan ikan Tongkol Lisong di Pantai Baron tahun ini menurun. Panen tongkol lisong yang tahun lalu bisa mencapai 1-2 kwintal per Kapal, sekarang hanya 30-50 kg per kapal. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Nelayan Pantai Baron, Sarmadi, saat dihubungi, Selasa (5/6/2018).

“Saat ini ada penurunan panen. Ada beberapa faktor penyebab menurunnya panen seperti beberapa waktu lalu sempat terjadi gelombang tinggi, kapal nelayan berukuran kecil, musim yang menyebabkan angin tidak menentu,” katanya.

Ia mengatakan saat ini harga jual tongkol lisong berkisar antara 15 ribu perkilo. Nelayan juga mengalami kesulitan untuk menjual jenis ikan tongkol lisong karena tidak bisa diawetkan.

“Bahkan harga terendah tahun kemarin mencapai 3 ribu perkilonya, pengepul juga tidak mau menerima ikan jenis tongkol lisong,” tambahnya.

“Jika waktunya musim melaut banyak ikan nelayan akan berangkat melaut, ya berpengaruh sedikit (lebaran) karena wisatawan naik maka harga ikan ikut naik, nelayan tidak ada persiapan apa-apa untuk lebaran ini,” katanya.

Ia melanjutkan, untuk operasional kapal per melaut sebesar Rp 100 ribu rupiah.

“Saat ini harga jual tongkol lisong masih bagus, masihsebanding dengan biaya operasional,” terangnya.

Sementara itu satu diantara konsumen tongkol lisong, Anjar mengatakan memang harus ada penanganan khusus dalam mengolah tongkol lisong.

“Tongkol lisong jika tidak langsung dimasak atau diawetkan bisa menyebabkan keracunan, langsung bersihkan kotorannya dan dikukus terlebih dahulu, setelah itu baru digoreng,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here