Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Minggu kedua bulan Ramadan ini Pol PP kembali mengadakan operasi untuk menjaring Aparatur Sipil Negara (ASN). Hasilnya, dua ASN dan sepuluh pelajar terjaring dalam operasi ini yang diadakan di sekitaran Playen, Senin (4/6/2018).

ASN dan pelajar tersebut langsung mendapatkan pembinaan, akibat dari kluyuran di saat jam kerja dan sekolah. Kasat Pol PP Gunungkidul, Dwi Warna Widi Nugroho mengatakan, operasi yang dilakukan tidak hanya saat bulan Ramadan dan menjelang Ramadan tetapi telah rutin dilakukan untuk mencegah ASN berkeliaran saat jam kerja.

“Untuk siswa yang ikut terjaring razia ini agar kedepannya lebih tertib tidak membolos lagi, ASN dan siswa yang terjaring akan kami berikan pembinaan sementara,” tururnya.

Dwi mengatakan dalam razia ini pihaknya tidak sendirian tetapi menjalin koordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), karena menyangkut dinas tersebut.

Adapun yang terjaring dari razia ini antara lain satu ASN sedang berada di angkringan, satu terjaring di Pasar Playen. Sedangkan enam pelajar terjaring di pasar modern, empat di pasar Playen.

“Untuk ASN di angkringan dia sedang makan, sedangkan pelajar mengaku sudah pulang tetapi belum ganti pakaian,” katanya.

Kepala Inspektorat Daerah Gunungkidul Sujarwo mengatakan penindakan kepada ASN yang melanggar disiplin akan diberi pembinaan oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau BKPPD serta tim yang dibentuk untuk menangani ASN yang membolos.

“Inspektorat Daerah mejadi satu diantara bagian tim ad hoc yang dibenruk BKPPD, memeriksa serta mengidentifikasi masuk pelanggaran ringan, sedang, atau berat,” katanya.

Sementara itu terkait ASN yang berkeliaran saat jam kerja atau bahkan membolos menurut Kepala BKPPD, Sigit Purwanto, biasanya akan ditangani oleh Kepala OPD.

“Biasanya akan diberi pembinaan oleh OPD terkait, jika pelanggaran tergolong sedang atau berat akan dinaikkan ke Bupati lalu diproses melalui BKPPD,” terangnya.

Selanjutnya, untuk ringan atau beratnya sanksi akan menyesuaikan dengan pelanggaran yang telah diperbuat.

“Dilihat dulu dari alasan ASN membolos mungkin ia lupa izin atau memang ada kepentingan yang mendesak, atau mungkin ASN tersebut membolos tidak jelas akan dilihat terlebih dahulu, dari kami sebenarnya sudah ada pembinaan untuk itu,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here