Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta –  Ribuan peserta memadati halaman depan Gedung Persaudaraan Djamaah Haji Indonesia (PDHI) Yogyakarta, komplek Alun-alun Utara Yogyakarta, untuk mengikuti Aksi Bela Bangsa, Minggu (3/6/2018).

Massa yang sebagian besar mengenakan atribut serba putih dan kaos bertagar #2019GantiPresiden, lebih dahulu menjalankan jamaah salat Ashar di Masjid Gedhe Kauman, sebelum berjalan menuju lokasi aksi, yang berjarak tidak terlampau jauh.

Lantunan takbir berkali-kali digelorakan sejak dimulainya acara, yang dibuka dengan lantunan kitab suci Alquran tersebut. Ibadah puasa tampak tidak menghalangi massa, untuk tetap berdiri mengikuti jalannya aksi, di bawah sengatan sinar matahari.

Beberapa tokoh agama dan masyarakat berada di atas panggung, seperti Ahmad Mursyidi, Sunardi Syahuri dan Syukri Fadholi. Juga, pimpinan partai politik semacam Ketua DPW PAN DIY, Nazaruddin dan Sekretaris DPD Gerindra DIY, Dharma Setiawan.

Koordinator Presidium Aksi Bela Bangsa, Syukri Fadholi, mengatakan bahwa Aksi Bela Bangsa ini merupakan bentuk sikap warga Yogyakarta atas persolan negara, yang dinilai masih jauh dari cita-cita yang termaktub dalam pembukaan UUD 45.

“Ini atas dasar pemikiran anak bangsa, yang merasa prihatin dengan kehidupan Indonesia saat ini. Harus jujur dikatakan, arah kebijakan negara saat ini sangat jauh dari cita-cita proklamasi kemerdekaan,” katanya.

Syukri menuturkan, dalam empat tahun terakhir, tidak terjadi perbaikan sebagaimana harapan rakyat. Pembangunan dirasa gagal menghadirkan pemerataan dan kesejahteraan. Karena itu, menurutnya, adalah wajar jika rakyat menghendaki perubahan.

“Belum menuju pada perbaikan, justru sebaliknya, hutang negara semakin besar, kebijakan yang diambil pun tidak berpihak pada rakyat. Bahkan, saat ini, dollar sudah mencapai Rp 14.500,” tuturnya.

“Karena itu, kita berkewajiban memberikan tausiyah politik, agar elit negeri ini, pada masa akhir jabatannya, bisa kembali pada jalan yang benar, taubatan nasuha, dengan berkorban, bulan malah mengorbankan rakyat,” tambah Syukri.

Melalui aksi Bela Bangsa Tersebut, pihaknya ingin mengajak seluruh komponen, untuk bersama-sama berikhtiar mendorong perubahan kepemimpinan nasional secara konstitusional, melalui jalur Pemilu 2019 yang jujur, adil, bersih dan bermartabat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here