Banjir interupsi dalam paripurna DPR.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Banjir interupsi terjadi dalam sidang paripurna DPR. Para anggota Dewan itu melontarkan interupsi berkaitan dengan terorisme yang belakangan terjadi.

Saat sidang dibuka Wakil Ketua DPR Utut Adianto, interupsi pertama datang dari anggota DPR dari Fraksi PAN Haerudin. Dia ingin DPR membentuk panitia khusus (pansus) untuk menangani permasalahan terorisme.

“Secara pribadi, saya ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Kejadian yang mencoreng sebuah kemanusiaan,” kata Haerudin dalam sidang paripurna di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

“Dengan bentuk apa pun, baik bentuk pansus atau apa pun untuk berantas terorisme. Tidak boleh terjadi lagi sebuah penghancuran,” imbuh Haerudin.

Setelah itu, anggota DPR dari Fraksi PKS Sukamta turut menyampaikan interupsi. Namun Sukamta menyampaikan tentang pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem.

Interupsi yang masuk pun ditutup oleh Utut, mengingat waktu yang singkat dan agenda yang cukup padat. Pada sidang tersebut juga akan dilakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap 13 anggota DPR.

“Ibu-Bapak, ini di meja kita sudah ada tiga yang interupsi. Karena ini Jumat dan akan ada 13 orang yang akan di-PAW,” tutup Utut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here