KK yang ditemukan polisi.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Polisi menemukan Kartu Keluarga (KK) pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya. Mengapa si teroris membawa KK?

Pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya diidentifikasi sebagai Tri Murtiono (50). Tri Murtino bersama istri dan anak-anaknya datang menggunakan dua motor ke Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) kemarin. Tri membonceng anak perempuannya dan seorang anak laki-lakinya. Sementara motor yang lain dikendari anak laki-laki Tri bersama istrinya.

Tri beserta istri dan dua putranya meninggal di tempat. Sementara itu, anak bungsu mereka diketahui terpental, tapi tidak sampai meninggal dunia.

Polisi menemukan KK Tri di TKP. Ada juga KTP milik Dita Oepriarto (48), bomber tiga gereja di Surabaya, sehari sebelumnya.

“Selain membawa KK, dia (Tri Murtiono) juga membawa KTP Dita,” kata Kapolrestabes Kombes Rudi Setiawan saat mengungkap kronologi pengeboman kepada Ketua Bambang Soesatyo di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018).

Polisi menyebut Tri sebagai sahabat Dita. Soal alasan mengapa Tri membawa KK dalam aksi bunuh dirinya belum terjawab.

“Pelaku lainnya juga membawa identitas dan kita cocokkan sidik jari hasilnya match, cocok,” ujar Rudi.

Apa tujuan pelaku bom bunuh diri membawa serta kartu identitasnya?

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menengarai terdesaknya ISIS jadi latar belakang aksi teror di Indonesia. Jenderal Tito menyebut ada perintah dari ISIS pusat untuk beraksi.

“Memang aksi ini kita duga motifnya, pertama, adalah di tingkat internasional, ISIS ini ditekan oleh kekuatan-kekuatan baik dari Amerika dan lain-lain, Rusia dan lain-lain, sehingga dalam keadaan terpojok,” kata Tito Karnavian di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here