Dalam rapat koordinasi nasional bersama 7.200 kepala desa, Jokowi mengatakan kepala desa berada di garda terdepan untuk mengingatkan keberagaman Indonesia.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengajak seluruh kepala desa se-Indonesia berdoa bersama karena tragedi bom di Surabaya kemarin. Hal itu dilakukan sebelum membuka rapat koordinasi nasional bersama 7.200 kepala desa.

“Mari sejenak berdoa karena tragedi bom di Surabaya kemarin. Semoga yang meninggal diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan korban terluka segera sembuh dan kembali ke keluarga,” kata Jokowi di JIExpo, Senin (14/5).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan kepala desa berada di garda terdepan guna mengingatkan masyarakat Indonesia merupakan negara besar dengan keberagaman suku, agama, adat, dan bahasa.

Menurutnya, saat ini banyak orang lupa Indonesia memiliki 260 juta rakyat dengan 714 suku, 1100 bahasa daerah, dan beragam agama.

“Ini tugas bapak ibu jelaskan ke rakyat kita beda suku agama, adat, tradisi, dan bahasa daerah,” tutur Jokowi.

Pemahaman ini diperlukan sehingga antarmasyarakat bisa saling menghargai dan menghormati sekaligus menjaga persatuan, perdamaian, dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada Minggu pagi (13/5), serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja Surabaya. Polisi menyatakan serangan ini dilakukan pasangan suami istri beserta empat anaknya.

Siang harinya, Presiden Jokowi membatalkan seluruh agenda di Jakarta dan langsung bertolak ke Surabaya guna meninjau langsung situasi.

Peninjauan didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Di sana, ia menyatakan seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut seperti itu. Seluruh masyarakat diajak memerangi terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, luhur, ketuhanan dan kebhinekaan.

Sementara itu, serangan bom kembali terjadi di Sidoarjo pada Minggu malam. Pada Senin pagi ini sekitar pukul 08.50, serangan bom kembali terjadi di gerbang masuk Mapolrestabes Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here