Aktivitas warga Pakem

 

Beritainternusa.com, Sleman – BPBD Sleman bersama sejumlah instansi terkait melakukan rapat koordinasi pasca letusan freatik Gunung Merapi pagi tadi. Hasilnya, disimpulkan situasi dan kondisi Kabupaten Sleman sore ini berangsur normal.

“Sore ini masyarakat sudah beraktivitas normal,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, di Posko Utama BPBD Sleman, Jalan Kaliurang Km 17, Pakem, Jumat (11/5/2018).

Dijelaskannya, letusan freatik Gunung Merapi berdampak hujan abu vulkanik di sejumlah titik di Sleman. Di antaranya di Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi, Ngemplak, Ngaglik, dan Tempel.

“Di wilayah itu dilaporkan hujan abu tipis, berada di radius antara 0-15 km dari puncak. Yang tebal justru di radius lebih dari itu, seperti di Depok dan Mlati, kemungkinan Kota Yogya dan juga ada laporan sampai Bantul,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu karena tinggi kolom abu vulkanik dari puncak Merapi sekitar 5 kilometer menjulang ke atas.

“Sampai atas ditiup angin, arahnya ke selatan. Sempat dilaporkan hujan pasir jatuh di sekitar Kaliurang dan Kaliadem, kalau hujan abu ke selatan,” sambungnya.

Sementara hingga sore ini, BPBD Sleman belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan atau rumah warga. Hanya pagi tadi setelah letusan freatik pukul 07.43 WIB, dilaporkan ratusan orang sempat mengungsi ke barak pengungsian.

Laporan kerusakan tidak ada, tadi respon masyarakat cukup baik, diminta menjauhi sumber bahaya manut, bahkan dua SD sempat mengevakuasi siswanya, dua truk. Lalu yang mengungsi sementara ke barak Brayut dari rombongan Pramuka yang sedang camping di Wonogondang dari SMPN 2 Wates, ada yang trauma 6 orang bisa ditangani tim medis, dan SMP Piyungan, dan MTs Gantiwarno, Klaten. Jumlah sekitar 150an siswa,” paparnya.

“Ditambah warga yang sempat berada di barak pengungsian yakni Purwobinangun 169 orang, Girikerto 50 orang. Semuanya siang tadi sudah kembali ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here