Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Beberapa bulan ini Kabupaten Gunungkidul di hebohkan dengan Harga gas yang melambung tinggi bahkan harga gas 3 kg mencapai 26.000 sampai konsumen yang mayoritas masyarakat petani dan miskin.

Berdasarkan peratutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomer 23 tahun 2015 adalah 15.500 di tingkat pangkalan namun kenyataan di lapangan banyak pangkalan di wilayah Gunumgkidul yang menjual diatas Harga Eceran Tertinggi ( HET ) sehingga sampai ketangan konsumen bisa mencapai 26.000 per 3 kg.

Dengan melambungnya harga gas 3 kg di Kabupaten Gunungkidul akhirnya Bupati Gunungkidul mengeluarkan surat edaran ( SE ) nomer 24 tahun 2018 yang di tanda tangani 23/04/2018′), peraturan tersebut di harapkan mampu menurunkan harga gas 3kg yang sangat membebani masyarakat .

Ilustrasi
Ilustrasi

Camat dan Kades di Gunungkidul yang di harapkan membantu pemerintah untuk menyetabilkan harga gas faktanya para camat dan kades belum mengetahui surat edaran tersebut bahkan mereka malah mepertanyakan
sehingga harga sampai saat ini masih.

Salah satu kades Semanu Andang  saat di tanya terkait hal tersebut mengaku tidak tau bila sudah ada surat  edaran karena diwilayahnya harga Gas normah – normal saja ” wah kalau untuk  surat edaran kurang tau karena saya belum pegang ” singkatnya.

Sementara dari lokasi lain Kades Pacarejo Suhadi  mejelaskan  gas 3kg di wilahnya sampai 26.000/ 3kg  ” saya akui harga gas di wilayah sekitar rumah mahal dan terkait surat edaran Bupati saya belum pegang karena memang belum mendapatkan ” terangnya.

Mahalnya gas di pangkalan dan akhirnya menjadi beban masyarakat miskin di harapkan dapat di tekan dengan keluarnya surat edaran Bupati Gunungkidul agar camat dan kepala desa bisa ikut mengawasi pangkalan gas di wilayah masing – masing.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here