Panitia Pembagi Sembako

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Panitia bagi-bagi sembako di Monas menyatakan Komariah dan anaknya yang meninggal dunia, Rizky Syahputra, tak ikut dalam antrean sembako. Namun panitia menjelaskan Komariah dan anaknya itu berada di stand antrean makanan.

“Nah waktu kemaren diadakannya islah, itu ibu Kokom (Komariah) mengatakan beliau mengantre di makanan bukan di sembako, jadi selama ini sudah salah, semua media sudah salah, ibu Kokom dan anaknya Almarhum Rizky itu tidak mengantre di sembako, jadi kalau ada kata sembako maut itu salah harus diganti dong ya di tempat antrean makanan,” kata pengacara ketua panitia bagi-bagi sembako Dave Revano, Henry Indraguna, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Berdasarkan keterangan Komariah, Henry juga menyebut Rizky bukan diinjak oleh massa namun terinjak secara tak sengaja. Kendati demikian, Henry tak bisa memastikan lokasi terinjaknya Rizky.

“Dan pengakuan ibu Kokom lagi pada saat bertemu ya bukan diinjak-injak tapi terinjak-injak, kata terinjak-injak itu konotasinya tidak sengaja, ya namanya kerumunan massa terinjak sedikit wajar bukan diinjak-injak,” ucap dia.

Selain itu, Henry menerangkan lokasi antrean sembako dan makanan itu berbeda. Namun kedua hal tersebut masih dalam satu tanggungjawab panitia kegiatan.

“Beda lokasinya, berbeda jauh. Iya (masih satu kepanitian),” kata Henry.

Henry menerangkan di tempat makanan itu ada sekitar belasan stand yang disediakan panitia. Satu stand makanan dijaga oleh 100 orang panitia.

“10-14 stand kurang lebih, 1 stand 100 orang yang jaga,” imbuhnya.

Dia pun menegaskan panitia telah berusaha maksimal dengan membentuk barikade di setiap stand makanan. Jumlah panitia kegiatan tersebut mencapai 1.500 orang termasuk polisi dan TNI.

“Jadi saya jelasin lagi pada saat itu setiap antrean makanan itu, ada panitia 100 orang yang jaga di situ jadi buat barikade baris di situ. Itu menjaga jangan sampai terjadi dorong-dorongan, ada yang terinjak-injak. Total panitia kami ada 1.500 yang menjaga itu semua dan termasuk kepolisian dan TNI,” papar Henry.

Selain itu, Henry juga membantah mengenai kabar soal tidak sigapnya panitia saat Rizky pingsan. Dia menjelaskan bocah itu sempat dibawa ke posko kesehatan sebelum dibawa ke rumah sakit.

“Oh nggak, salah begitu. Kejadian kan sama bu Kokom dibawa ke pohon, nah di situ ada panitia kami dari TNI yang mengangkut ke tenda kesehatan nah itu kan sigap setelah dibawa ke posko kan suhunya panas kejang-kejang pingsan dia sempat sadar dikasih oksigen lalu pingsan lagi diangkut lah ke rumah sakit pakai ambulans,” beber Henry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here