Beritainternusa.com, Palangka Raya – Kebijakan pemerintah untuk menguatkan pendidikan karakter adalah dengan ditetapkannya Permendikbud No. 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Ini lalu diperkuat melalui Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan literasi melalui gerakan literasi nasional pun menjadi bagian dari penguatan  pendidikan karakter.

Berkenaan dengan itu Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melakukan Kajian Teknis Pendukung Literasi Nasional. Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan data yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud di daerah, yakni Balai Bahasa. Beberapa sekolah pun dipilih untuk menjadi sasaran kajian ini.

SMAN 5 Palangka Raya merupakan salah satu SMA di Palangka Raya yang dipilih dalam kegiatan Kajian Literasi yang dilakukan Balai Bahasa Kalimantan Tengah.

Foto Istimewa

Tim peneliti Balai Bahasa Kalteng, Elis Setiati, M.Hum dan R. Budhiono, M.Hum., hadir langsung ke sekolah pada Jumat sore, 4 Mei 2018. Menurut Elis, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengkaji upaya sekolah untuk menumbuhkan dan menguatkan budaya literasi kepada seluruh warga sekolah, terutama para siswa.

“Jadi, sekolah yang dipilih oleh Kemdikbud ini mendapat kesempatan awal untuk mengintrospeksi dan mengevaluasi diri terhadap upaya menguatkan literasi. Tiga puluh siswa juga berkesempatan mencoba kemampuan tanggap literasi dengan menyelesaikan soal melalui komputer. Soal-soal didominasi berbasis teks, siswa tak hanya memilih, tetapi juga menguraikan alasan secara tertulis yang juga berbasis komputer. Jangan khawatir,  ini bukan ujian atau tes. Namun,  ini bisa menjadi pengalaman buat kalian yang berharga nanti. Mudah-mudahan ini dapat semakin memotivasi kalian untuk lebih literat,” tutur Elis kepada para siswa yang sudah siap di laboratorium komputer.

Foto Istimewa

Para guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pun dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka mengisi instrumen yang berkaitan dengan tugas sebagai pendidik dan pemahamannya terhadap mata pelajaran yang diampunya.

Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin melalui Wakasek Humas dan Publikasi, Lukman Juhara, memberikan apresiasi atas terpilihnya sekolah ini dalam Kajian Literasi.

“Ya, ini juga menjadi evaluasi bagi kami dalam menumbuhkan dan menguatkan budaya literasi. Kami akui masih banyak kekurangan di sekolah ini. Motivasi seluruh warga sekolah dan daya dukung sarana prasarana harus kami tingkatkan agar budaya berliterasi yang dapat mewujudkan siswa yang literat dapat terwujud,” tuturnya.

“Ya, kami juga berterima kasih atas partisipasi para siswa dan guru dalam kajian literasi ini. Berikut ini kami serahkan poster dan leaflet yang dapat dipajang di perpustakaan. Semoga turut memotivasi siswa untuk berliterasi,” kata R. Budhiono mengakhiri kegiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here