Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul  – Kementrian Sosial (Kemensos) dinilai lambat merespon mengenai perubahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul.

Kabid Kesejahteraan Sosial (Kabid Kesos) Dinas Sosial Gunungkidul, Barno mengatakan, di wilayahnya ada 88.267 KPM penerima program lama Beras Sejahtera (Rastra).

“Saat ini Rastra sudah dirubah ke BPNT, dengan jumlah yang sama tetapi harusnya ada perubahan nama sesuai dengan musyawarah desa (Musdes),” kata Barno saat dihubungi, Rabu (2/5/2018). Pembaharuan data yang dilakukan belum direspon oleh kemensos RI. Nama penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dalam program BPNT telah berubah tetapi Kemensos RI masih menggunakan data lama.

“Jadi perlu adanya perubahan data agar dalam penyampaian bantuan dapat tepat sasaran,” terangnya.

Barno sedang mengagendakan untuk berangkat ke Jakarta untuk menginformasikan kepada Kemensos RI mengenai perubahan data penerima bantuan. Harapannya, dalam waktu dekat dapat direspon dan akan muncul data baru.

“Sementara ini penyaluran bantuan masih menggunakan data lama, padahal penyaluran bantuan sudah berlangsung sejak 25 April 2018,” jelas Barno.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berinisiatif mengirim surat kedesa perihal data yang belum diperbaharui. Pemerintah Desa diminta untuk memilah penerima bantuan sesuai dengan nama yang telah disetujui di musdes agar bantuan tepat sesaran.

“Misalnya ada warga yang pindah domisili saya telah mengirim ke desa untuk memilah berdasarkan nama yang mendapat bantuan,” jelasnya.

Barno menjelaskan, KKS tidak hanya bermasalah di pembaharuan data saja, namun juga ada kendala saat menggunakan.

“Saat KKS digesek ke mesin Electronic Data Capture (EDC) KKS tidak berfungsi, sepertinya terjadi Overload, infonya hal ini dialami seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Kades Ngeposari, Kecamatan Semanu Ciptadi mengatakan ketidaksesuaian data penerima BPNT berdampak dengan penerimaan KKS. Diwilayahnya, terdapat lebih dari 1.000 penerima bantuan tetapi data yang turun tidak sesuai.

“Kami berharap agar usulan perubahan data dapat direspon secepatnya, agar penyaluran BPNT dapat tepat sasaran,” terangnya.

Disinggung mengenai tidak berfungsinya KKS saat digesek dalam mesin EDC, ia mengaku sekarang sudah tidak ada kendala, meski sebelumnya diakui ada laporan dari warga mengenai tidak berfungsinya kartu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here