Foto: Terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman mengaku merasa terintimidasi oleh petugas berwajib. Ia merasa risih dan terganggu karena sering dipantau aparat berwajib saat menghadiri kegiatan pengajian.

Awalnya Majelis Hakim Ahmad Jaini bertanya ke pada Aman mengenai pandangan masyarakat sekitar tentang makna jihad versi Aman. Kemudian ia menjelaskan beberapa tipe masyarakat yang hidup di negara kafir, Aman juga merasa terzalimi oleh para petugas keamanan karena menyampaikan ajaran tauhid.

“Saudara kan bukan aktivis jihad, tapi saudara pernah ikut militer, fakta-fakta yang terjadi selama ini kan berkaitan dengan lisan saudara dan ilmu saudara. Apakah ada yang berpikiran dalam pandangan saudara ini kalau anda melakukan sebuah tindakan teror tapi dalam pandangan saudara jihad?,” tanya hakim Ahmad Jaini ke Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jumat (27/4/2018).

Kemudian Aman menjelaskan fenomena-fenomena kehidupan masyarakat muslim yang tinggal di negara kafir. Dalam penjelasannya ia meminta agar muslim yang tinggal di negara kafir tidak menuai konflik fisik.

“Orang muslim yang hidup di negara kafir sikap mereka kepada orang kafir seperti kepada Nasrani, Hindu, Budha dan lainnya tidak boleh menggangu mereka baik harta dan jiwa, selagi mereka tidak menuai konflik, Kemudian jika orang muslim melakuakan kepada sesama muslim yang jatuh ke dalam kemsuyrikan seperti pekerjaan PNS yang menjadikan mereka sebagai ladang dakwah yang tekun maka tidak boleh membuka konflik fisik juga, ketika mereka memulai pun, wajib untuk berpaling,” jawab Aman.

Lanjut, Aman bercerita mengenai permasalahan ajaran tauhidnya yang bertentangan dengan pemerintah. Ia juga mengatakan merasa terzalimi.

“Kemudian permasalahan kami dengan pemerintah ini dan yang menegakkan konflik yang memiliki perananya, baik tentara atau pun yang lainnya. Kami menyampaikan masalah tauhid saja, ketika saya menyampaikan ajaran saya dan mereka menzalimi kami nah baru dari situlah kami itu hijrah dan jihad sesuai kemampuan,” ucapanya.

Kemudian, hakim pun bertanya kembali mengenai bentuk penindasan yang dirasakan Aman sehingga ia merasa terzalimi oleh pemerintah.

“Apakah saudara merasa ada penindasan terhadap saudara?,” tanya hakim.

“Saya jujur bahkan nggak pernah bunuh orang, tapi setiap saya ngaji dimana-mana saya ditongkrongi kadang pengajian saya diludahin, saya ngaji kemana pun naik bandara dikuntitin itu tidak nyaman buat saya. Padahal saya hanya meengajarkan tauhid, tidak mengajarkan yang lain tidak,” tutur Aman.

Aman mengkalim kalau para kelompok yang melakukan teror tersebut mengambil sebagian ilmu yang ada di bukunya bukan atas dasar kemauan mereka sendiri.

“Banyak kelompok-kelompok yang sebelumnya mereka sudah biasa melakukan hal-hal (teror), itu mengambil sebagian ilmu yang ada di buku saya,” jelas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here