Foto: Prabowo Subianto di acara wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bicara soal pentingnya membangun bangsa. Baginya, ada yang salah jika banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mencari nafkah di luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberi orasi ilmiah di acara Wisuda Pascasarjana ke-37, Sarjana ke-68 dan Diploma Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD Serpong, Tangerang, Kamis (26/4).

“Bagi saya ‘Right or wrong is my people’. Kalau rakyat kita lemah harus dibikin kuat, kalau rakyat kita kurang pintar harus dibikin pintar. Kalau alasannya banyaknya pekerja dari negara kita keluar negeri itu tandanya tidak ada pekerjaan yang layak bagi mereka,” tulis Prabowo di akun Facebook resminya, Jumat (27/4/2018).

Prabowo berharap seluruh anak bangsa selalu berpihak dan berbuat bagi bangsa di mana pun nantinya bekerja. Semua harus berpihak pada rakyat. Bangsa Indonesia harus dibangun dengan karya-karya anak bangsa.

“Pesan ayah saya, Profesor Soemitro kepada saya adalah ‘Prabowo apa pun yang kamu lakukan, apa pun yang kamu kerjakan, kamu harus selalu berpihak kepada rakyat kecil’,” ucap Prabowo.

Rabu lalu (25/4), Prabowo juga diundang ke acara Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Diploma Universitas Islam As-Syafi’iyah yang digelar di Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur. Di situ dia juga memberi pesan agar generasi muda terus belajar dan menggapai ilmu setinggi-tingginya.

“Selamat menjadi cendekiawan. Seorang cendekiawan adalah harapan masa depan suatu bangsa. Seorang cendekiawan adalah calon-calon pemimpin suatu bangsa. Suatu bangsa tidak mungkin dipimpin oleh orang-orang yang tidak berpendidikan. Pemimpin-pemimpin yang menggerakkan suatu bangsa tidak mungkin mereka yang tidak cerdas dan terampil serta disipilin,” kata Prabowo.

“Pesan saya kepada generasi muda, kalian harus semangat, kalian harus optimis, kalian harus berani. Anak-anak muda harus berani. Berani menghadapi tantangan, berani menatap masa depan, berani menderita, berjuang, jangan jadi generasi yang santai,” sambung mantan Danjen Kopassus itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here