Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Kesadaran para pelaku usaha wisata untuk memiliki izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul masih terbilang minim.

Hal tersebut dibacakan oleh Juru bicara DPRD Gunungkidul, Maryanta, saat sidang paripurna yang berlangsung di DPRD Gunungkidul, Kamis (26/4/2018).

“Saat ini masih minim kesadaran para pelaku usaha wisata untuk memiliki izin, hal tersebut banyak dipengaruhi oleh kurangnya personel Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata,” katanya.

Maryanta mengatakan tujuan wisata yang dipromosikan juga banyak mendapatkan komplain dari para wisatawan.

“Komplain dari wisatawan terkait infrastruktur, khususnya adalah lebar jalan menuju objek wisata tidak sebanding dengan jumlah wisatawan yang berkunjung sehingga membuat jalan macet,” katanya.

Selanjutnya Maryanta mengungkapkan masih banyak pelaku wisata yang belum mempunyai kompetensi dibidang pariwisata.

“Pemerintah Daerah perlu memfasilitasi para pelaku wisata untuk mendapatkan kompetensi pariwisata dan juga mendapatkan izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata, agar pemerintah daerah memperhatikan terkait pebambahan personil di Dinas Pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan setuju dengan apa yang direkomendasikan DPRD Gunungkidul.

“Pemerintah sendiri sudah berupaya dalam memperbaiki infrastruktur, kami setuju dengan pernyataan itu karena sesuai dengan pemikiran kami,” katanya.

Selanjutnya Immawan mengatkan perlu adanya normalisasi terkait pelebaran jalan sehingga dapat mengurai kemacetan.

“Di beberapa titik perlu adanya normalisasi, seprti di tikungan-tikungan yang menuji objek wisata kadang sangat sulit lewat jika berpapasan dengan bus, namun kami belum melebarkan semuanya, ternyata JJLS jalan yang lebar dan mulus malah banyak terjadi kecelakaan tunggal,” terangnya.

Immawan mengatakan akan terus mendorong Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan para pelaku wisata lainnya untuk lebih profesional.

“Kami mendorong pok darwis dan oelaku wisata lain seperti pedagang agar lebih profesional sehingga komplain dari wisatawan dapat diminimalisir,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here