Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Beberapa hari ini Polres Gunungkidul dipenuhi pemohon SKCK (Surat Keterangan Catatan Kriminal) yang dulu sering di sebut SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik) dengan membludaknya pemohon Polres Gunungkidul mendirikan tenda sebagai tempat para pemohon saat menunggu antrian.

Membludaknya pemohon SKCK di perkirakan karena banyaknya sekolah yang akan menyelesaikan ujian akhir sekolah hal tersebut sepeeti di jelaskan oleh Kasat Intelkam Polres Gunungkidul AKP. Rahmad Yulianto, SH saat ditemui di ruang kerjanya 25/04/2017 ” Yang mempengaruhi pemohon melonjak tentu paska berakhirnya ujian sekolah, suatu misal di Gunungkidul ada 30 sekolah berapa anak yang membutuhkan SKCK dan demi kenyamanan mereka pemohon tentu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya agar mereka merasa nyaman ” terang Kasat.

Petugas terlihat sabar dan telaten melayani pemohon yang rata – rata masih usia muda dan para pemohon juga terlihat tertib dan tidak berdesak – desakan karena memang mereka menyadari bahwa antrian tersebut bukan di sengaja petugas melainkan karena hampir semua sekolah melakukan ujian akhir sekolah.

Baur SKCK Polres Gunungkidul Brika Herman saat di konfirmasi terkait pemohon yang mampu terlayani menjelaskan ” karena personil yang bisa menangani sidik jari terbatas sehingga kami setiap hari hanya mampu melayani 100 – 150 pemohon, karena apabila kami tidak batasi maka pemohon juga akan menunggu sampai sore kasian pemohon ” jelasnya.

Meningkatnya Pemohon SKCK sudah di antisipasi oleh polres Gunungkidul sehingga segala sesuatunya sudah di persiapkan untuk kenyamanan pemohon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here