Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta – Angin puting beliung melanda sebagian wilayah DI Yogyakarta pukul 14.05 WIB tadi. Data sementara dari Pusdalops BPBD DIY dilaporkan sekitar 34 rumah rusak dan pohon tumbang di sejumlah titik. Ini penjelasan BMKG terkait peristiwa tersebut.

“Adanya aktivikas awan konvektif (Cumulonimbus) yang tumbuh sangat aktif dan bersifat lokal di wilayah DIY. Kondisi tersebut dapat menimbulkan hujan dengan intensitas lebat disertai puting beliung di wilayah DIY,” kata Kepala BMKG Yogyakarta, Nyoman Sukanta, melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (24/4/2018).

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono menambahkan, di beberapa tempat di wilayah DIY seperti Kota Yogya, Sleman dan Bantul telah terjadi cuaca ekstrim terutama angin kencang.

“Hasil pengamatan radar cuaca memang di siang tadi potensi munculnya cuaca ekstrim dibeberapa tempat sudah diprediksi akan muncul. BMKG Stasiun Klimatologi sudah membuat warning/peringatan dini,” jelasnya.

Djoko melanjutkan di wilayah DIY sebagian besar masih masuk pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada masa ini jenis awan-awan yang terbentuk adalah awan-awan konvektif seperti cumulonimbus yang sifatnya seringkali lokal.

“Awan ini berpotensi menyebakan hujan intensitas lebat dan dalam durasi singkat, angin kencang/puting beliung dan petir,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here