Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Satu dari tiga orang pemancing yang bernama Slamet (38) warga Dusun Sonosamiran, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang tengah mancing di atas batu karang yang berlokasi di pinggir lereng tebing kawasan Goa Langse, Dusun Gabuk, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul mendadak mengalami kejang otot pada kedua kakinya dan mengakibatkan korban hingga kini masih terjebak di lokasi, Jumat malam (20/4).

Kejadian tersebut bermula ketika Slamet bersama kedua temanya Harto dan Anton pada Kamis malam (19/4) hendak memancing di spot rock fishing yang berlokasi di lereng goa langse. Usai semalaman memancing ikan di lokasi, ketika ketiganya hendak pulang, pada Jumat sore (20/4) tiba-tiba, kedua kaki Slamet tidak bisa digerakkan (kaku) dan sulit untuk berjalan. Seketika itu kedua temannya segera meminta pertolongan kepada penjaga Goa Langse dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purwosari.

Menindak lanjuti laporan dari penjaga Goa Langse, dibawah pimpinan Kapolsek Purwosari AKP Budi Kustanto, S.H, sejumlah anggota polsek segera ke TKP.

Setibanya di lokasi kejadian, anggota Polsek Purwosari berkoordinasi dengan Timsar Parangtritis dan Basarnas untuk melakukan evakuasi korban yang terjebak diatas karang di pinggir lereng tebing Goa Langse tersebut.

Menurut keterangan Dansru Basarnas Yogyakarta, Dedi S mengatakan, bahwa sejumlah tim dari Basarnas, Tim Sar Parangtritis, PMI dan Anggota Polsek telah berhasil menemukan korban di lokasi.

“Korban telihat masih sehat hanya saja mengalami cidera kaki (kram pada otot kaki) dan masih sulit untuk berjalan,” kata Dedi pada jumat malam (20/4) di lokasi.

Proses evakuasi akan dilakukan besok Sabtu pagi (21/4) mengingat terdapat berbagai kendala. “Sangat tidak memungkinkan untuk membawa korban dengan tandu karena terkendala akses jalan yang hanya setapak dan sangat terjal. Kami akan lakukan evakuasi melalui jalur laut dengan menggunakan perahu jukung. Sementara ini untuk korban, telah kami tempatkan di lokasi yang aman,” jelasnya.

Hingga kini, lanjut Dedi, sejumlah Petugas masih di lokasi untuk menemani korban hingga proses evakuasi dilakukan Sabtu pagi (21/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here