Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Tradisi Babad Dalan merupakan tradisi yang tidak bisa di pisahkan dari warga masyarakat Desa Sodo Kecamatan Paliyan.Tradisi untuk mengenang perjuangan Ki Ageng Giring III dalam menyiarkan Agama Islam.Berbicara tentang tokoh Ki Ageng Giring III tidak lepas dengan berdirinya Kraton Yogyakarta di mana yang mendapatkan Wahyu Kraton waktu itu adalah Ki Ageng Giring III dalam wujud air degan ( air kelapa muda)  tapi air kelapa itu di minum oleh Ki Ageng Pemanahan saudara Ki Ageng Giring III.Atas peristiwa itu akhirnya kedua tokoh itu berembuk membahas keturunan yang nantinya akan menjadi Raja Mataram dari pihak keturunan Ki Ageng Giring III.

Kegiatan tradisi Babad Dalan Desa Sodo menggelar hiburan selama 16 hari terhitung mulai tanggal 17 April 2018 hingga Selasa 23 April 2018 .Kades Sodo Sunarya menjelaskan, ” Rangkaian kegiatan ini untuk dana murni dari masyarakat , Desa hanya menyediakan dana 11 juta padahal even selama 16 hari akan menghabiskan dana yang cukup besar”. Kades juga menambahkan kalau tradisi Babad Dalan tahun ini tidak ada karnaval seperti tahun lalu karena karnaval di adakan dua tahun sekali.

Puncak acara tradisi babad dalan pada Malam Jum’at Kiwon di adakan pengajian Akbar yang di hadiri warga setempat serta masyarakat sekitar Desa Sodo ribuan orang padati komplek Balai Desa pihak Polsek Paliyan juga hadir sibuk mengatur arus lalu-lintas.Pengajian yang menghadirkan pembicara H. Arif Gunadi dari Playen menjabarkan tentang keimanan ketakwaan serta tirakat

Pewarta                   : Supriyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here