Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta – Bukannya mencari kerja setelah keluar dari tempat kerjanya, Muhamad Fauzan (22), warga Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta malah menggasak barang di bekas tempat kerjanya. Tak tanggung-tanggung, ratusan celana training di gudang tempatnya bekerja dulu digasaknya dan selanjutnya dijual dengan total mencapai puluhan juta rupiah.

Namun, aksi pencuriannya di sebuah gudang konveksi daerah Gendeng Cantel RT 1 RW 1, Mujamuju, Umbulharjo harus terhenti saat jajaran unit reskrim Polsek Umbulharjo membekuknya kemarin, Selasa (10/4/2018) sore. Saat ini pelaku sudah ditahan dan sedang menunggu untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolsek Umbulharjo, Polresta Yogyakarta, Polda DIY, Kompol Sutikno, SIK mengatakan, aksi pelaku terhenti saat salah seorang warga yang berada di dekat Gudang tersebut mendengar suara gerbang yang gudang terbuka pada Selasa, (27/3/2018) dini hari. Tak hanya itu, saksi juga mendapati satu unit sepeda motor yang sengaja diparkir di dekat gudang tersebut.

“Karena curiga saksi memeriksanya dan mendapati sebuah karung di tembok pagar gudang. Karena itu saksi lapor ke pak RT dan saat perjalanan ke rumah pak RT ada seseorang melintas naik motor dan bawa karung. Dicek lagi ternyata motor dan karung yang dilihat saksi tadi sudah tidak ada,” katanya, Rabu (11/4/2018).

Lanjutnya, mengetahui hal itu saksi lantas memberitahu karyawan di gudang tersebut. Setelah dilakukan pemgecekan ternyata ratusan barang di gudang tersebut sudah hilang. Merasa menjadi korban pencurian maka karyawan tersebut melaporkan kejadian pencutian itu kepada pihaknya.

“Setelah dicek, ternyata yang dicuri itu 872 celana training dengan total kerugian Rp 42,7 juta. Setelah lapor, kami langsung lakukan penyelidikan dan akhirnya dapat menangkap pelaku di daerah Kota Gede kemarin,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolsek, bahwa pelaku tidak pernah pulang ke rumah dan ternyata tinggal di tempat temannya yang berada di Kotagede. Dijelaskan Kapolsek, pihaknya juga menyita beberaoa potong celana training dari tangan pelaku saat penangkapan kemarin.

Dilanjutkan Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo, Iptu Supatno bahwa pelaku ini ternyata telah berkali-kali masuk ke gudang tersebut untuk memindahkan ratusan celana training curiannya. Menurutnya, pelaku sudah hafal tata letak dan kapan ratusan celana training tersebut tiba di gudang konveksi yang berlokasi di Muja Muju.

“Dari pengakuan pelaku, dia itu mantan karyawan di situ makanya hafal situasi dan letak barangnya. Kalau modusnya dengan kunci duplikat yang disimpannya, dia juga sendirian saat beraksi dengan cara lompat tembok dan baru buka pintu gudang,” katanya.

“Kalau mencurinya sejak bulan Januari, dan sekali nyuri sekitar 100 celana training, kalau ditotal jumlahnya 872 itu tadi. Jadi barang curiannya itu dimasukkan ke karu g tang sudah disiapkan pelaku dan dibawa pakai motor sendiri,” imbuhnya.

Ditambahkannya, sebagian besar celana training hasil curian pelaku dijual ke teman-temannya. Mengenai harga yang dipatok pelaku jauh dibawah harga standar yakni hanya Rp 15 ribu padahal harganya Rp 70 ribu per potong.

“Hasil curiannya dijual ke teman-temannya dalam jumlah besar, cepat laku karena harganya murah. Dari pengakuannya dia baru sekali melakukan tindak pencurian, motifnya karena dia butuh uang dan hasil penjualannya itu dipakai pelaku untuk foya-foya dan kebutuhan hidupnya sehari-hari,” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, pelaku diproses lebih lanjut dan disangkakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Berdasarkan pasal tersebut pelaku diancam dengan hukuman 7 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here