Jogja.beritainternusa.com, Kulonprogo – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo sedianya akan memperbarui data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk diterapkan pada Juli 2018 mendatang.

Musyawarah Desa (Musdes) dipandang bisa diandalkan untuk acuan dasar pembaruan data tersebut.

Berdasarkan Basis Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (BDT-PFM) yang mencakup data penerima beras sejahtera dan Program Keluarga Harapan (PKH), tercatat ada 47.323 keluarga penerima manfaat BPNT.

Jumlahnya dimungkinkan berubah mengingat ada potensi calon penerima sudah tidak layak menerima atau diketahui meninggal dunia.

“Data baru yang diberikan desa berdasarkan musyawarah desa tidak akan memgubah pagu bantuan. Hanya nama calon penerimanya saja yang berubah,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Kulonprogo, Abdul Kahar.

Menurutnya sejumlah desa sudah melakukan musdes dam terjadi perubahan data. Namun, pihaknha belum bisa mempublikasikan data terbaru karena sistem dan mekanisme yang ada.

Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin, Dinas Soaial P3A Kulonprogo, Ika Dwiwahyuning Kusumastuti menjelaskan, agar penyaluran BPNT bisa tepat manfaat, Pemkab masih menggodok format e-waroeng yang paling tepat.

Harapannya nanti, e-waroeng ini akan memberikan pelayanan penyaluran BPNT kepada penerima manfaat.

“Apalagi, satu e-waroeng diminta untuk melayani sekitar 500 KK. Saat ini baru dua bentuk e-waroeng saja yakni Kelompok Usaha Bersama (KUBe) atau Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB),” katanya.

Idealnya, dibutuhkan ratusan e-waroeng dan saat ini setidaknya sudah ada sekitar 200-an yang mendaftar untuk diseleksi menjadi e-waroeng tertunjuk. Ada seleksi yang akan dilakukan dengan mengacu pad apersyaratan yang harus dipenuhi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here