Arseto Pariadji

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Keluarga dari Arseto Pariadji berharap pria yang terjerat pasal berlapis itu segera insaf. Peristiwa yang menimpa Arseto disebut sebagai pendidikan yang keras.

“Keluarga melihat semua ini sebagai suatu proses pendidikan yang keras buat Arseto Suryoadji, dan keluarga mengharapkan Arseto Suryoadji cepat insaf,” kata kakak Arseto, Aristo Purboadji yang merupakan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra kepada wartawan, Sabtu (31/3/2018).

Ia menilai apa yang terjadi pada adiknya adalah jalan dari Tuhan. Aristo berharap adiknya bisa mengambil hikmah dari kasus yang menjeratnya.

“Semua ini adalah jalan Tuhan agar Arseto Suryoadji disadarkan. Kami harapkan Arseto Suryoadji untuk hadapi semua ini dengan ksatria, ambil hikmahnya, dan cepat insaf,” ucapnya.

Kasus Arseto mengemuka ke publik ketika relawan Jokowi Mania (Joman) melaporkannya ke polisi atas tudingan Arseto soal undangan mantu Jokowi dijual Rp 25 juta. Polisi menyatakan penyidikan Arseto bukan mengacu kepada laporan itu.

Usut demi usut, Arseto ternyata diproses atas dugaan ujaran kebencian yang disebarnya melalui Facebook pada Minggu (25/3). Unggahan itu kemudian dilaporkan kelompok tertentu yang merasa tersinggung karena membandingkannya dengan ajaran Marxisme dan komunisme.

Perkara ujaran kebencian ini membuka rekam jejak kasus narkoba yang pernah dialami Arseto pada 2010 lalu. Polisi telah mengecek urine Arseto dan hasilnya, urine Arseto dinyatakan negatif.

Kemudian, saat polisi menggeledah rumah Arseto di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, ditemukan sepucuk airsoft gun dan senapan angin. Temuan ini membuat Arseto dikenakan pasal berlapis, yakni UU ITE atas kasus hate speech-nya, UU Narkotika dan UU Darurat atas kepemilikan airsfot gun dan senapan angin.

“Jadi ada beberapa kasus, yang pertama hate speech itu ditangani penyidik Cyber Crime, yang kedua berkaitan narkotika itu ditangani Direktorat Narkotika. Saat geledah di mobil kita temukan airsoft gun ini dikenakan pasal UU Darurat ancamanya 10 tahun. Satu orang ini ada 3 kasus,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Saat ini Arseto ditahan di Mapolda Metro Jaya. Ia sebelumnya menyerahkan diri ke Mabes Polri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here