Beritainternusa.com

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo didakwa mendapatkan aliran duit terkait korupsi proyek e-KTP. Jaksa KPK menyebut perusahaan Anang itu mendapatkan Rp 79.039.861.630 dari proyek e-KTP.

“Terdakwa Anang Sugiana bersama-sama dengan Andi Narogong, Irman, Sugiharto, Setya Novanto, Isnu Edhi Wijaya, Irvanto Hendra Pambudi, Made Oka Masagung, Diah Anggraeni, dan Drajat Wisnu Setyawan. Mengadili melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum yaitu baik secara langsung maupun tidak langsung bersama-sama dengan Irman dan Sugiharto,” ujar jaksa KPK saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Anang didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Awalnya, Anang disebut bertemu dengan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya untuk menyampaikan keinginan ikut pelaksanaan proyek e-KTP. Dalam pertemuan itu, Isnu menyampaikan bahwa proyek e-KTP yang dikerjakan Kemendagri milik Andi Narogong.

“Kemudian Andi, Palulus Tanos (Dirut PT Sandipala Arthaputra) serta Isnu Edhi menyampaikan kepada terdakwa Anang Sugiana bahwa apabila ingin bergabung dengan PNRI. Maka ada komitmen fee untuk pihak lain sebesar 10% yaitu dengan rincian 5% untuk DPR dan 5% untuk Kemendagri, atas hal itu Anang menyanggupi dengan mengatakan; saya ikut aturan mainnya,” ujar jaksa.

Setelah itu, jaksa mengatakan pengumuman lelang e-KTP seperti rencana tim Fatmawati dibentuk tiga konsorsium yaitu konsorsium PNRI anggotanya Perum PNRI, PT Sandipala Arthapura, PT LEN Industri, PT Quadra Solution dan PT Sucofindo. Kemudian Murakabi yang diketuai Irvanto, anggotanya PT Murakabi Sejahtera, PT Stacopa Raya, PT Sisindokom Lintasbuana dan PT Aria Multi Graphia.

“Konsorsium Astragraphia yang dibentuk anggotanya PT Astragraphia, PT Trisakti, PT Pura Barutama, PT Kwarsa Hexagonal yang bertindak sebagai ketua Mayus Bangun,” tutur jaksa.

Kemudian Anang melakukan pertemuan dengan para konsorsium di Sawangan Depok, jaksa menyatakan mereka membahas potongan harga yang diminta para vendor HP, Oracle, Microsoft, Fagro, L1/Biomorf, Canon dan STI. Ketika itu, Johannes Marliem (Eks Dirut PT Biomorf) melalui sambungan telepon menyepakati harga diskon hardware dan software AFIS sekitar 10%.

“Dirut anggota konsorsium PNRI bersama dengan tim teknisnya guna membahas harga barang dan margin keuntungan yang diharapkan, sehingga bisa diajukan harga penawaran,” ujar jaksa.

Namun itu, jaksa mengatakan konsorsium PNRI diusulkan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Proyek KTP elektronik (KTP-E) Drajat Wisnu pemenang lelang meskipun masih dalam sanggah banding. Untuk itu, Anang, Andi Narogong, Paulus Tanos Johannes Marliem dan Isnu Edhi melakukan pertemuan untuk membahas pembagian komitmen fee.

“PT Sandipala Arthapura bertanggungjawab memberikan fee kepada Gamawan melalui Asmin Aulia sebesar 5% dari nilai pekerjaan yang diperoleh. PT Quadra Solution memberikan fee kepada Novanto dan anggota DPR sebesar 5% dari jumlah pekerjaan, Perum PNRI memberikan fee kepada Irman dan stafnya sebesar 5%. Dan keuntungan bersih masing-masing anggota konsorsium setelah dipotong pemberian fee tersebut adalah sebesar 10%,” kata jaksa.

dan margin keuntungan yang diharapkan, sehingga bisa diajukan harga penawaran,” ujar jaksa.

Namun itu, jaksa mengatakan konsorsium PNRI diusulkan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Proyek KTP elektronik (KTP-E) Drajat Wisnu pemenang lelang meskipun masih dalam sanggah banding. Untuk itu, Anang, Andi Narogong, Paulus Tanos Johannes Marliem dan Isnu Edhi melakukan pertemuan untuk membahas pembagian komitmen fee.

“PT Sandipala Arthapura bertanggungjawab memberikan fee kepada Gamawan melalui Asmin Aulia sebesar 5% dari nilai pekerjaan yang diperoleh. PT Quadra Solution memberikan fee kepada Novanto dan anggota DPR sebesar 5% dari jumlah pekerjaan, Perum PNRI memberikan fee kepada Irman dan stafnya sebesar 5%. Dan keuntungan bersih masing-masing anggota konsorsium setelah dipotong pemberian fee tersebut adalah sebesar 10%,” kata jaksa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here