Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Miliki potensi dalam pertanian holtikultura, Pemkab Gunungkidul terus mendorong pengembangannya.Guna meningkatan efisiensi waktu kerja petani, dinas memberikan bantuan cultivator kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan potensi pertani holtikultura di Gunungkidul semakin baik dan perlu mendapatkan dukungan.

“Ada perkembangan dari pertanian holtikultura teruatama tanaman semusim seperti bawang merah, cabai, sayur-sayuran, dan sebagainya, Saat ini sudah meningkat dari 2017 ada 55 Hektare, di 2018 ada 150 Hektare lebih,” terangnya setelah kegiatan pembagian cultivator ke kelompok tani, di Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Senin (26/3/2018).

Selanjutnya ia berharap dengan adanya bantuan ini dapat digunakan untuk mengolah lahan secara maksimal.

“Kami berharap bantuan cultivator ini dapat dimaksimalkan oleh petani, karena alat ini mudah dioperasikan, efisien waktu, serta menekan biaya produksi,” ucapnya.

Jumlah bantuan cultivator berjumlah 28 unit dan dibagi untuk 28 kelompok petani holtikultura.

Bantuan tersebut diambil dari APBD, masing-masing cultivator senilai Rp 18 juta. Bambang menilai potensi pertanian holtikultura baik, karena separuh kecamatan yang berada di Gunungkidul bertani holtikultura.

Dia mencontohkan daerah yang berpotensi itu diantaranya Playen, Wonosari, Karangmojo, Semin, Semanu, Tanjungsari, Purwosari, dan beberapa kecamatan lainnya. Selanjutnya, menurut Bambang, hasil pertanian sudah dapat dikirim ke luar pulau jawa dan harga jual lebih tinggi diluar jawa, jika dibanding dijual di Gunungkidul.

Sedangkan menurut Bendahara kelompok tani Sido rukun 1, Wiyoko, Plembutan, Playen, Kasidi mengatakan dengan alat itu dapat menjadikan petani semakin maju, karena semakin murah biaya produksi.

“Ke depannya dengan alat ini petani dapat menghemat biaya produksi, kalau biasanya dengan cangkul biaya Rp 60 ribu/orang dalam waktu sehari bisa 2 orang, sedangkan dengan alat ini dapat dikerjakan hanya dalam waktu setengah hari,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here