Beritainternusa.com, Bogor – Polisi telah menangkap dua pelaku pembunuhan marketing wedding organizer Yun Siska Rohani (29). Kedua pelaku, Fadli Nizar Himba (28) dan Fahmi Idris Himba (28), ternyata saudara kembar.

“Iya, saudara kembar mereka,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada wartawan, Kamis (22/3/2018).

Keduanya ditangkap polisi di rumahnya di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa 20 Maret 2018 subuh. Keduanya tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap.

“Motifnya perampokan, ingin menguasai harta korban,” ujar Dicky.

Fadli diketahui bekerja sebagai driver taksi online. Dia dan saudaranya kemudian merencanakan untuk merampok penumpang.

“Sasarannya random, yang penting korban yang lemah yang enggak bisa melawan,” imbuhnya.

Kebetulan, pada Minggu (18/3) dini hari itu, Fadli mendapatkan orderan dari korban. Korban saat itu berada di sebuah hotel di Jakarta Pusat, meminta diantarkan ke Hotel Haris, Tebet.

Namun, bukannya diantar ke tempat tujuan, Fadli malah membawanya ke Tol Jagorawi. Di perjalanan, saudara kembarnya menodong korban dengan samurai dan memaksa korban untuk menyerahkan ATM.

Mereka sempat berhenti di rest area Tol Jagorawi. Namun, karena permintaan uang tidak bisa terpenuhi, pelaku pun kesal dan mencekik korban hingga tewas. Jasad korban kemudian dibuang di Perumahan Cibinong Asri, tidak jauh dari tempat tinggal kedua pelaku.

“Kalau firasat saya terus terang ada tapi firasat itu terus terang, (seperti) Allah memberikan gambaran cuma saya nggak bisa menafsirkan. Itu sampai tiga hari berturut-turut,” kata Supandi, orang tua Siska.

Supandi (66) mendapat firasat buruk sebelum putrinya, Yun Siska Rohani (29), dibunuh driver taksi online di Cibinong, Kabupaten Bogor. Supandi mendapatkan mimpi buruk selama tiga hari berturut-turut.

“Kalau firasat saya terus terang ada tapi firasat itu terus terang, (seperti) Allah memberikan gambaran cuma saya nggak bisa menafsirkan. Itu sampai tiga hari berturut-turut,” kata Supandi saat ditemui di kediamannya di Pesanggrahan, Jaksel, Rabu (21/3/2018) malam.

Firasat itu datang lewat mimpi. Tapi lagi-lagi, Supandi sulit menjelaskan soal mimpi itu.

“Mungkin seperti contoh mimpi, mimpi itu kan ada yang ingat di waktu itu, tapi ada yang enggak. Yang jelas saya merasa seakan Allah memberi petunjuk seperti ini,” katanya.

Mimpi itu menghampirinya selama tiga hari berturut-turut sejak Rabu (14/3) hingga Jumat (16/3). Dia langsung berdoa ketika terbangun dari mimpi itu.

“Saya mau tidur sudah doa, sudah siap. Apalagi waktu itu loh saya baru (tidur) sejam, kok ada bayangan begini lagi, saya baca doa lagi. Terus sampai gitu lagi, tiga hari,” jelasnya.

Supandi tidak menceritakan soal firasatnya itu kepada keluarganya, termasuk istrinya. “Saya rahasiakan. Istri saya nggak saya kasih tahu,” ucapnya.

Supandi kini hanya bisa pasrah atas kepergian putrinya yang bekerja sebagai marketing wedding organizer itu. Dia sepenuhnya menyerahkan proses hukum dua pembunuh putrinya ke aparat polisi.

“Kalau saya, masalah hukum negara, saya serahkan kepada pihak yang berwajib, polisi. Kalau hukum akhirat saya punya Allah. Saya kembalikan ke Allah yang mengatur,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here