mempertanyakan validitas data Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai kemungkinan Indonesia bubar pada 2030.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Juru Bicara Presiden Johan Budi mempertanyakan validitas data Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengenai kemungkinan Indonesia bubar pada 2030.

“Kalau Pak Prabowo menyatakan 2030 Indonesia bubar, itu dasarnya apa? Itu perlu ditanya juga dan harus ada kajian ilmiah dan analisisnya,” ujar Johan di Kantor Presiden, Rabu (21/3).

Hal itu dipertanyakan sebab pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat ini berupaya membawa Indonesia sebagai negara yang diperbincangkan dunia yakni menjadi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah diklaim berupaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui perbaikan sistem investasi dan bisnis. Hal itu telah menjadi sorotan sejumlah lembaga survei seperti Moody’s, Fitch Ratings, dan StandardandPoor (S&P).

Kemudahan berinvestasi (Ease of Doing Business) di Indonesia tahun lalu juga meningkat menjadi 72 dari 120 empat tahun lalu.

“Ini kan parameter menuju negara lebih baik, bukan sebaliknya. Itu kan optimisme dibangun orang luar atas perkembangan di Indonesia. Pakar ekonomi tingkat dunia loh ya,” ucap mantan Juru Bicara KPK ini.

Oleh sebab itu, Johan berpendapat pernyataan Prabowo nantinya bisa dijadikan sebuah pelajaran apabila benar didukung banyak analisis valid.

“Kalau dimaksudkan sebagai masukan dengan analisis banyak ya tentu sah-sah saja bisa dipelajari karena dihasilkan data valid. Kejadian sebenarnya bisa dilihat sendiri,” tuturnya.

Pernyataan Indonesia terancam bubar 2030 sebelumnya disampaikan Prabowo dalam sebuah video acara Konferensi Temu Kader Gerindra. Indonesia, kata Prabowo berdasarkan kajian negara luar, bakal bubar akibat ketimpangan kekayaan dan tanah.

Sementara itu, Jokowi sejak tahun lalu sudah menggiatkan pembagian sertifikat tanah ke seluruh daerah Indonesia sebab mengetahui banyak konflik terjadi akibat masyarakat tidak memegang sertifikat.

Mengenai ketimpangan kekayaan, Presiden memiliki sejumlah kebijakan seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Keluarga Harapan untuk membantu masyarakat mendapat akses kesehatan bahkan pendidikan lebih baik.

Jokowi juga memastikan program beras sejahtera (Rastra) tiba di rakyat tepat waktu. Harga pokok pangan juga selalu ditekan setiap tahun supaya tetap stabil terutama jelang hari raya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here