Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta – Polda DIY meringkus 14 orang sindikat pembobol ATM lintas provinsi. Mereka ditangkap setelah beraksi di sejumlah ATM di wilayah Yogyakarta kurun waktu Januari-Februari 2018.

“Hasil pemeriksaan sementara, ada 3 TKP dari aksi para tersangka ini,” kata Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo, saat jumpa pers di Mapolda DIY, Ring Road Utara, Sleman, Selasa (20/3/2018).

Para pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MI (38), ND (33), MRK (30), RP (34), ES (34), NS (29), RD (35), EG (40), AS (33), AM (42), JM (43), HS (39), JR (30), dan AS (43). Seluruhnya bukan warga Yogyakarta.

MI, ND, MRK, dan RP beraksi di ATM Bank Mandiri Jalan Menteri Sumpeno, Kota Yogyakarta. Kemudian ES, NS, dan RD beraksi di ATM BCA dalam minimarket Kretek, Bantul, lalu EG, AS, AM, dan JM beraksi di ATM Mandiri minimarket di Kasihan, Bantul. Dan HS, JR, serta AS beraksi di ATM BRI minimarket di Ngaglik, Sleman.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp 47,4 juta, puluhan kartu ATM, ID, dan bank palsu, pisau, pemotong gergaji besi, ponsel, dompet hingga tusuk gigi.

“Itu baru barang bukti ketika operasi penangkapan, masih berpotensi bertambah jumlah kerugian nasabah yang ATM-nya dibobol para tersangka ini. Karena mereka beraksi tak hanya sekali dan di berbagai provinsi, ini masih didalami penyidik,” jelas Hadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here