Jogja.beritainternusa.com, Yogyakarta – Proses pembebasan lahan lokasi pembangunan Bandara Kulon Progo terus dikebut. Akhir Maret 2018 ditarget seluruh tahap konsinyasi aset bangunan dan lahan milik warga bisa rampung.

“Konsinyasi di akhir Maret selesai semua, yang berarti secara hukum sudah ada ketetapan dari pengadilan,” kata juru bicara proyek Bandara Kulon Progo, Agus Pandu Purnama, saat ditemui di sela acara Bakti Sosial Kesehatan TNI di RSPAU Hardjolukito, Jalan Ring Road Timur, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (19/3/2018).

Dijelaskan oleh Pandu yang juga menjabat General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, saat ini tinggal 37 kepala keluarga (KK) yang masih proses konsinyasi di Pengadilan Negeri Wates. Dari jumlah tersebut, 26 KK sudah keluar penetapan dari pengadilan menyangkut nilai ganti rugi aset bangunan dan lahan.

“Sisanya, 11 KK dalam waktu dekat ini ditetapkan (pengadilan). Kalau untuk bidangnya ada 6 bidang,” jelasnya.

Diakuinya, sambil menunggu proses konsinyasi rampung, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat penolak pembangunan bandara yang masih bertahan di rumahnya.

“Sambil menunggu, pendekatan sudah dilaksanakan, sudah mendirikan kantor help desk, mudah-mudahan masyarakat bisa sambung rasa dengan kami, kami membuka diri,” ujarnya.

Lebih lanjut Pandu menjelaskan bahwa proyek pembangunan Bandara Kulon Progo saat ini telah memasuki tahap lelang. Akhir April 2018 ditargetkan proses pembangunan konstruksi sudah bisa dimulai.

“Sekarang proses lelang konstruksi, investor dari BUMN. Jadi kita harapkan akhir April atau awal Mei 2018 sudah bisa berjalan pembangunan konstruksi fisiknya,” katanya.

Meski demikian, Pandu belum bersedia menyebutkan besaran nilai konstruksi yang dilelang tersebut.

Menyangkut tahapan lainnya, Pandu menjelaskan saat ini pembangunan landasan pacu sudah hampir selesai. Pihaknya pun optimistis bisa memenuhi target bulan April 2019 Bandara Kulon Progo bisa beroperasional.

“Hampir 100 persen landasan dan sudah dilaksanakan pemadatan, sudah hampir selesai. Sesuai target April 2019 bisa operasional,” jelas Pandu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here