Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Warga yang terdiri dari pedagang, pelaku usaha, dan pelaku wisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata di Pantai Baron menilai upaya penataan yang inisiatif akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dianggap tidak perlu dilakukan.

Mereka mengatakan kondisi pantai saat ini sudah tertata rapi. Seluruh warga, pelaku usaha, pelaku wisata juga telah terfasilitas dengan kondisi saat ini. Upaya penataan yang dilakukan Pemkab Gunungkidul pun hanya akan membawa masalah baru bagi masyarakat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Baron, Pomo, tidak memungkiri kondisi tersebut. Semula, kondisi di Pantai Baron masih sepi dan tidak banyak aktivitas di sana, hanya nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Seiring wisata yang berkembang, Pantai Baron banyak dikunjungi, kegiatan di sana pun juga bertambah.

Hal ini bisa dilihat dari jumlah pedagang yang berjualan di Pantai Baron. Jika dahulu hanya terdapat beberapa pedagang yang berjualan di sana, kini hampir terdapat sekitar 560 pedagang yang membuka usahanya di kawasan pantai tersebut.

Mereka kebanyakan berjualan makanan atau kuliner, sisanya berjualan cenderamata dan jasa.

“Saat ini sudah ada sekitar 560 pedagang yang tergabung dalam Pokdarwis Pantai Baron, terdiri dari pedagang tetap yang memiliki lapak berjualan, dan pedagang asongan atau keliling. Mereka mencari nafkah dengan berjualan makanan, cenderamata, atau menawarkan jasa,” ujar Pomo, Kamis (15/3/2018).

Akibat bertambah banyaknya pedagang dan aktivitas usaha ataupun kegiatan lain yang ada di Pantai Baron, kondisi Pantai menjadi penuh. Tata ruang di kawasan pantai menjadi jenuh dan kurang tertata. Kendati demikian, kondisi seperti ini dinilai Pomo merupakan kondisi yang wajar.

Seluruh kegiatan usaha maupun aktivitas lain dari warga, pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pantai Baron telah berjalan tertib tanpa ada masalah apa pun.

“Kegiatan kami di sini (Pantai Baron) lancar-lancar saja, pedagang yang menempati di pinggiran pantai, pedagang asongan, sudah menempati posisinya masing-masing. jadi untuk dikatakan semrawut itu salah. Semuanya sudah ditata kok,” ujar Pomo.

Pomo pun menganggap upaya penataan yang inisiatif akan dilakukan pemerintah merupakan langkah yang tidak perlu. Alasannya, kondisi maupun lahan yang ada di Pantai Baron dinilainya telah memadai dan memuat seluruh pihak yang ada di Pantai Baron.

Alasan lain adalah berkurangnya pendapatan yang akan dialami oleh para pelaku usaha dan pedagang kecil saat Pemkab Gunungkidul melakukan penataan dengan memindahkan lapak pedagang ke tempat yang baru.

“Belum tentu dengan tempat yang baru nanti, pendapatan kami meningkat, bahkan bisa jadi turun. Jadi pikirkan kembali jika mau melakukan penataan, pikirkan nasib pedagang dan warga yang menggantungkan hidupnya di sini,” ujarnya.

Jika memang terpaksa dilakukan penataan, Pomo pun meminta Pemkab Gunungkidul juga berlaku adil dengan menata seluruh pantai yang ada di Gunungkidul. Pasalnya, masih banyak pantai lain yang sampai saat ini masih semrawut dan belum tertata secara rapi.

“Pemkab Gunungkidul juga harus memikirkan secara adil, kalau hanya Pantai Baron yang ditata, lapak pedagang dipindah, itu tidak adil. Pantai lain pun sama, kondisinya juga masih belum tertata. Jadi kami minta juga tata pantai yang lain,” tuturnya.

Pomo meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat jika hendak melakukan penataan. Pasalnya hingga kini, pihaknya masih belum mendapatkan sosialisasi atau informasi apapun terkait rencana tersebut.

“Kami khawatir malah timbul masalah di Baron dengan adanya penataan itu. Untuk itu kami minta diajak komunikasi soal itu, agar warga tahu dan mengaspirasikan keinginannya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here