Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Program Padat Karya di Kabupaten Gunungkidul dipangkas tanpa sebab oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Padahal program tersebut dinilai penting karena dapat bermanfaat langsung karena dapat menyediakan lapangan kerja kepada masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Tommy Harahap mengatakan, tidak mengetahui kenapa program tersebut dihilangkan dari pemerintah

Padahal dinilainya program tersebut sangat bermanfaat dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Saya kurang tahu mengapa dipangkas, Anggarannya dihapus sejak diusulkan. Padahal program tersebut kami nilai penting,” ujar Tommy. Lanjut, Dana Hibah Padat Karya ini ditujukan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat kurang mampu untuk menjadi pekerja saat proyek padat karya digelar.

“Padat karya ini bermanfaat bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, seperti petani yang belum panen, atau kelompok pengangguran. Mereka mendapatkan penghasilan dengan mengerjakan proyek di desa,” ujarnya.

Padahal program padat karya ini berhasil dilakukan di tahun 2017. Pada tahun 2017 lalu, terdapat empat lokasi yang dilaksanakan. Anggaran untuk satu lokasi mencapai Rp 160 juta per lokasi. Dia pun menyayangkan program ini dihapuskan begitu saja. Padahal dampaknya cukup besar untuk masyarakat.

“Program ini berhasil menyerap 100 orang warga. Jelas memberikan manfaat secara langsung,” ujarnya. Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Gunungkidul, Sarmidi menyayangkan program padat karya tidak dapat dilaksanakan.

Pihaknya juga menyayangkan sikap Dinsosnakertrans Gunungkidul yang memasukkan begitu saja dana padat karya ke dalam daftar pemangkasan ataupun rasionalisasi anggaran.

“Seharusnya tetap dianggarkan program padat karya ini, karena manfaatnya yang langsung kepada masyarakat,” tutur Sarmidi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here