Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul –  Pemerintah Gunungkidul seakan menutup mata atau pura pura tidak tau dengan adanya penambangan liar yang ada di jalur wisata menuju kawasan pantai selatan, Selasa (13/3/2018).

Penambangan liar yg ada, awalanya beberapa bulan yang lalu penambangan cuma ada di kawasan desa Mulo kecamatan wonosari tetapi sekarang sudah bermunculan penambangan batu putih di desa Kemiri kecamatan Tanjungsari yang lokasinya tak jauh dari polsek Tanjungsari bahkan sekarang muncul penambangan baru di desa Kemadang lokasinya tidak jauh dari pintu TPR masuk kawasan pantai baron dan sekitarnya.

Kepala desa Mulo Sugiarto
Kepala desa Mulo Sugiarto

Batu hasil tambang tersebut selain di jual ke perusahaan penggilingan batu yang ada di wilayah Gunungkidul juga di jual kepada warga sekitar lokasi dengan harga variasi antara Rp 500,000; -600,000; tergantung jauh dekatnya lokasi seperti yang disampaikan Bejo(nama samaran) salah satu operator alat berat. Proses penambangan juga dilakukan pada hari hari libur  yang sangat bisa mengganggu kelancaran arus lalulintas menuju tempat wisata.

Kepala desa Mulo Sugiarto memberikan keterangan bahwa proses penambangan yang ada diwilayahnya bahwa pemerintah desa tidak tau menahu masalah perinjinanya.  Juga disampaikan salah satu perangkat desa Kemiri Subend mengatakan adanya penambangan yang ada diwilayah desa Kemiri sama sekali pemerintah desa tidak pernah tau bahkan tidak ada pemberitahuan adanya kegiatan penambangan tersebut sedangkan wilayah tanjungsari bukan termasuk wilayah yang  bisa ditambang, mestinya penambangan yang ada di Gunungkidul harus mengacu  pada peraturan pemerinta atau perda yang ada imbuhnya.

Pewarta                        : Dwi h.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here