Ahmad Sutrisna, pembunuh driver taksi online

 

Beritainternusa.com, Depok – Seorang driver taksi online, Justinus Sinaga (40), ditemukan tewas dalam kondisi tangan dan kaki terikat di pinggir jalan kawasan objek wisata Gunung Bunder, Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Salah satu pelaku telah diamankan polisi.

“Salah satu terduga pelaku telah diamankan dan ditahan oleh Satreskrim Polresta Depok,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana dalam keterangan kepada wartawan, Senin (5/3/2018).

Pelaku bernama Ahmad Sutrisna. Pelaku diamankan Polresta Depok di Subang, Jawa Barat, pada Senin (5/3) pagi tadi.

Korban tercatat sebagai warga Jl Beji Pladen RT 07/14 No 90 Kecamatan Beji, Depok. Korban ditemukan tewas di Bogor pada Senin (5/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum ditemukan tewas, pihak keluarga menyampaikan, korban mendapatkan orderan pada Sabtu (3/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Penumpang dijemput di Holland Bakery Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, dengan tujuan Gunung Salak Endah, Kecamatan Pamijahan.

Keluarga mulai tidak bisa menghubungi korban sejak Minggu (4/3) dini hari. Hingga akhirnya, keluarga melapor ke Polsek Cibungbulang.

Selanjutnya, pada Senin (5/3) pagi tadi, korban ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat, mulut dan mata tertutup lakban warna hitam. Sementara itu, mobilnya Avanza tipe G bernopol B-1992-EKM raib.

Ahmad diamankan di Subang, Jawa Barat, pada Senin (5/3) pagi. Sebelumnya, polisi Polresta Depok tidak mengetahui Ahmad adalah salah satu terduga pelaku pembunuhan tersebut.

“Ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan, dia terlibat dengan komplotan yang melakukan pembunuhan korban di Bogor (Justinus) itu,” tutur Putu.

“Jadi sebelumnya dia ini terkena razia di Subang saat bawa mobil korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada wartawan, Senin (5/3/2018) malam.

Ahmad terkena razia pada Minggu (4/3) kemarin. Ketika itu, Ahmad bersama teman-temannya yang juga diduga pelaku pembunuhan. Sementara jasad korban baru ditemukan pada Senin (5/3) pagi tadi.

“Teman-temannya saat itu lari, sementara dia terkena razia karena dia posisinya yang menyetir mobil,” imbuh Putu.

Satlantas Polres Subang kemudian mengamankan Ahmad berikut barang bukti mobil Toyota Avanza bernopol B 1992 EKM. Barang bukti terpaksa disita polisi karena Ahmad tidak bisa menunjukkan surat-surat yang sah atas kepemilikan mobil tersebut.

“Kemudian anggota Polres Subang berkoordinasi dengan kami, bahwa telah diamankan orang tersebut berikut barang buktinya,” tuturnya.

Polresta Depok kemudian melakukan pengecekan terhadap Ahmad. Ternyata Ahmad pernah dilaporkan di Polresta Depok atas keterlibatan penggelapan mobil.

“Nah kami membawa yang bersangkutan karena ada LP (laporan polisi) penggelapan mobil tersebut,” imbuhnya.

Belakangan, polisi menyadari kalau Ahmad adalah salah satu terduga pelaku pembunuhan Justinus di Bogor, usai mencocokan kendaraan yang disita Polres Bogor dengan milik korban. Setelah diinterogasi, Ahmad pun akhirnya mengaku bahwa telah melakukan pembunuhan tersebut.

“Kami sedang berkoordinasi dengan Polres Bogor dan dari Polres Bogor juga menuju ke Polresta Depok untuk mengecek pelaku,” tandas Putu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here