Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Majelis hakim meminta sidang perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto digelar setiap hari, mulai pekan depan. Hakim ingin agar tuntutan terhadap Novanto dapat segera dilakukan.

“Minggu depan sidangnya setiap hari, jadi nanti diagendakan tanggal 22 Maret sudah tuntutan,” ucap ketua majelis hakim Yanto sesaat setelah membuka persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2018).

“Iya siap,” jawab jaksa KPK.

Hakim pun meminta penasihat hukum Novanto untuk menyiapkan saksi-saksi. Atas permintaan itu, penasihat hukum Novanto menyanggupi.

“Disiapkan juga saksi-saksi dari penasihat hukum dari sekarang ya,” ucap Yanto.

Sebelumnya, persidangan Novanto digelar 2 kali dalam seminggu yaitu setiap hari Senin dan Kamis. Namun, mulai Senin (12/3) pekan depan, hakim ingin agar sidang dapat digelar setiap hari.

Untuk persidangan hari ini, jaksa menghadirkan 10 orang saksi. Saksi ini diantaranya Kepala Tim Teknis e-KTP Husni Fahmi; eks PNS Kemendagri Rudi Indarto; Dirut PT LEN Wahyudin Bagenda; serta keponakan Setya Novanto, Irvanto Pambudi; dan adik Gamawan Fauzi, Asmin Aulia.

“Nanti saksi maksimal jam 5 sore selesai. Sesi kedua saksi maksimal jam 10 malam selesai jadi kita selesaikan hari ini jangan sampai ditunda,” ujar hakim.

Dalam perkara ini Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek e-KTP. Novanto juga didakwa menerima USD 7,3 juta melalui keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here