Logo Garuda Indonesia

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Penyidik Polsek Kuta, Bali menangkap seorang pramugari dan tiga orang rekannya yang kedapatan tengah nyabu. Polisi kini memburu pengedar barang haram tersebut.

Pramugari berinisial M tersebut ditangkap bersama rekannya yang berinisial FH, DS dan BN. Penangkapan dilakukan pada 24 Februari 2017 lalu di sebuah kos mewah di Jalan Gunung Lumut, Denpasar.

“Untuk pramugari kita dari pemeriksaan awal, kita masih menjadikan dia sebagai pengguna,” ujar Kapolsek Kuta Kompol Nyoman Wirajaya, Jumat (2/3/2018).

Kepada penyidik, lanjut Nyoman, pramugari M tersebut mengatakan memakai sabu untuk hiburan. “Dia sudah delapan bulan menggunakan. Alasannya untuk hura-hura atau hiburan,” ujar Nyoman.

Baik pramugari M maupun tiga orang rekannya mendapatkan sabu dari sumber yang sama. Sumber ini yang masih diusut oleh polisi. “Sama dapatnya sama dari satu sumber. Masih kita kembangkan,” ujar Nyoman.

Dalam pengakuannya kepada penyidik Polsek Kuta, Bali, M mengaku bekerja sebagai pramugari Garuda Indonesia. Manajemen Garuda Indonesia menyatakan M sudah tak aktif bekerja.

“Menindaklanjuti hasil temuan Reskrim Polsek Kuta Bali, bersama ini perlu kiranya kami sampaikan bahwa oknum yang bersangkutan adalah mantan pegawai Garuda Indonesia yang saat ini sudah tidak aktif bekerja. Sehingga perbuatan oknum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi,” demikian pernyataan Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P.Lampe, Jumat (2/3/2018).

M bersama tiga orang rekannya ditangkap di salah satu kosan mewah di Denpasar, Bali pada 25 Februari lalu. Polisi menyatakan mereka ditangkap saat kedapatan sedang nyabu.

Berikut pernyataan lengkap Garuda Indonesia:

PENJELASAN GARUDA INDONESIA

Garuda Indonesia Tindak Tegas Pegawai Yang Terbukti Menggunakan Narkoba

Tangerang, 1 Maret 2018 – Maskapai nasional Garuda Indonesia akan menindak tegas pegawai perusahaan yang terbukti terlibat penggunaan narkoba.

Garuda Indonesia akan menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada pihak berwajib sekiranya ditemukan indikasi pegawai Garuda Indonesia yang terbukti menggunakan narkoba.

Garuda Indonesia juga akan memberikan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja kepada karyawan yang terbukti menggunakan narkoba – mengingat hal tersebut sudah masuk tataran pelanggaran hukum.

Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P.Lampe mengungkapkan, “Garuda Indonesia secara berkala selalu melaksanakan pemeriksaan test narkoba kepada awak kabin dan pilot. Pemeriksaan tersebut dilakukan setiap 6 bulan sekali”.

Selain itu, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Lembaga Kesehatan Bandara dan pihak Kepolisian, Garuda Indonesia melaksanakan random check test narkoba yang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun.

Nico menambahkan, “Selain itu, Garuda Indonesia juga memiliki sistem “Pre Flight Check” yang merupakan mekanisme pemeriksaan bagi setiap awak pesawat sebelum melakukan penerbangan untuk memastikan kondisi awak pesawat tersebut fit untuk melaksanakan operasional penerbangan”.

Bersama BNN, Garuda Indonesia juga menjalin kerjasama terkait diseminasi informasi dan advokasi, pelaksanaan tes uji narkoba bagi pilot maupun pramugari, pembentukan kader anti narkoba, dan sosialisasi wajib lapor bagi penyalahguna narkoba untuk rehabilitasi.

Sementara itu menindaklanjuti hasil temuan Reskrim Polsek Kuta Bali, bersama ini perlu kiranya kami sampaikan bahwa oknum yang bersangkutan adalah mantan pegawai Garuda Indonesia yang saat ini sudah tidak aktif bekerja. Sehingga perbuatan oknum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here