Foto: Rengga Sancaya

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus menelusuri jaringan pelaku penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) yang berasal dari kelompok Muslim Cyber Army (MCA).

Setidaknya ada 14 orang yang ditangkap terkait kasus penyebaran hoax dan hate speech. Enam orang di antaranya berperan sebagai admin di grup WhatsApp ‘The Family MCA’.

Keenam orang ini memiliki beragam jenis pekerjaan. Ada yang bekerja sebagai PNS di Dinas Kesehatan Pangkalpinang hingga dosen tak tetap di Universitas Islam Indonesia.

“Pada pukul 09.15 WIB, telah dilaksanakan penangkapan di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Berinisial RSD (34), pekerjaan PNS,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran lewat keterangan tertulis, Selasa (27/2/2018) lalu.

RSD ditangkap pada Senin (26/2) kemarin. Berdasarkan data yang dihimpun, pria ini diketahui bekerja sebagai pegawai Dinkes Pangkalpinang, tepatnya di Puskesmas Selindung.

Selain RSD, ada TAW, yang ditangkap personel Sat Reskrim Polres Majalengka dan Dit Reskrimum Polda Jabar di Jakarta Utara pada Senin (26/2) malam. Personel langsung menggiring TAW, yang berprofesi sebagai dosen, ke Polres Majalengka.

Selanjutnya, TAW diserahkan ke Dittipid Siber Bareskrim agar penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara terpusat.

Selain RSD dan TAW, 4 pelaku lainnya adalah ML (39), karyawan yang ditangkap di Jakarta; RS (38), karyawan yang ditangkap di Bali; RC, yang ditangkap di Palu; dan Yus, yang ditangkap di Sumedang.

Seperti diketahui, MCA adalah kelompok terstruktur yang menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Ada 4 jaringan yang bekerja bertugas untuk menampung, merencanakan, menyebarkan, dan menyerang kelompok lain agar hoax berhasil disebar kepada masyarakat.

Mereka dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 33 UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here