Pria muda di Gunungkidul ditemukan tewas tergantung di kamar.

Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Pria muda berusia 27 tahun, Tuni, warga Padukuhan Klepu, Desa Banyusoca, Kecamatan Playen, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya, Senin (26/2/2018).

Penyebabnya diduga depresi. Jasad korban ditemukan oleh ayahnya sendiri, Wagiman (60), hari Senin (26/2/2018) sekitar pukul 00.30 WIB. Padahal pada pukul 20.00 WIB sebelumnya, korban baru saja pulang ke rumah dari merantau di Sumatera. Dirinya pun sempat berbincang-bincang dengan keluarganya di rumah.

Baru pada pukul 22.15 WIB, korban meminta ayahnya untuk mengambil sepeda motor di Desa Girisoko, Kecamatan Panggang. Ayah korban pun menyaguhi permintaan korban. Namun, tak dinyana, korban nekat mengakhiri hidupnya pada pukul 00.30 WIB, tanpa peringatan, tanpa pertanda.

“Korban baru saja pulang dari merantau. Korban juga sempat berbincang-bincang dengan keluarga dan meminta ayahnya untuk mengambil motor. Usai mengambil motor, pintu kamar diketuk namun tak ada jawaban. Usai dibuka paksa, ternyata korban sudah meninggal dunia,” ujar Bhabinkamtibmas Brigadir Prima Adhitya, Senin (26/2/2018).

Ayah korban, Wagiman, pun langsung meminta pertolongan kepada warga. Petugas kepolisian datang tak lama setelahnya.

Mereka pun mengevakuasi jasad korban dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi, baik keluarga maupun warga.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas kepolisian dan tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Petugas pun memastikan korban meninggal murni karena bunuh diri.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, bisa dikatakan ini adalah aksi bunuh diri,” ujarnya. Dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi berat. Kepulangan korban pun lantaran banyaknya masalah selama di perantauan.

Angka bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul kian memprihatinkan. Di bulan Februari 2018 ini saja sudah terdapat delapan kali peristiwa bunuh diri. “Sudah ada delapan kasus bunuh diri,” ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino, Senin (26/2/2018). Terakhir, kasus bunuh diri di Padukuhan Klepu, Desa Banyusoca, Kecamatan Playen.

Pria muda berusia 27 tahun, Tuni, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya, Senin (26/2/2018). Penyebabnya diduga depresi. Lanjut Ngadino, jumlah kejadian bunuh diri memang meningkat dari tahun 2017 lalu sebanyak 34 kasus.

Sebelumnya 2016, tercatat sebanyak 33 kasus. Pada tahun 2014, terdapat 19 kasus bunuh diri. Jumlah ini meningkat dua kali lipat di tahun 2015 sebanyak 33 kasus.

Menanggapi masalah tersebut, Ngadino mengatakan perlunya upaya yang lebih keras untuk menekan tingginya kasus tersebut. Satu di antaranya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan hidup sehat jasmani maupun rohani.

“Tokoh agama pun dilibatkan untuk mengajak masyarakat kea rah yang positif, supaya terhindar dari aksi bunuh diri,”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here