Petugas berupaya mengeluarkan Iwan usai merokok saat hendak masuk ke pesawat

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Penumpang Citilink, Iwan Limau, diturunkan dari pesawat karena merokok saat hendak memasuki pesawat. Manajemen Citilink menganggap apa yang dilakukan Iwan dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Undang-undang (UU) nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengatur soal keselamatan penerbangan ini. Barangsiapa melanggar, maka pelakunya terancam pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 2,5 miliar.

Soal keselamatan penerbangan diatur dalam Pasal 54, berikut bunyi pasal tersebut:

Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan:
a. Perbuatan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan
b. Pelanggaran tata tertib dalam penerbangan
c. pengambilan atau pengrusakan peralatan pesawat udara
yang dapat membahayakan keselamatan
d. perbuatan asusila
e. perbuatan yang mengganggu ketenteraman; atau
f. pengoperasian peralatan elektronika yang mengganggu
navigasi penerbangan.

Sedangkan hukuman untuk mereka yang melanggar Pasal 54 diatur dalam Pasal 412 ayat (1) dan (6). Berikut bunyi kedua ayat tersebut:

(1) Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan melakukan perbuatan yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00.

(6) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) atau ayat (5) mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan pesawat dan kerugian harta benda dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2.500.000.000,00.

Sebelumnya, Corporate Communication Citilink Benny Butar Butar menegaskan apa yang dilakukan Iwan sudah masuk kategori membahayakan keselamatan penerbangan.

“Citilink menilai perilaku penumpang yang bersangkutan dapat membahayakan keselamatan penerbangan sehingga terpaksa mengambil langkah tegas, terlebih saat diberitahu malah ‘ngeyel’ dan terlibat adu mulut dengan petugas keamanan,” kata Benny, Senin (26/2/2018).

“Perilakunya jelas-jelas dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam industri airlines kami harus bisa memastikan tidak ada satupun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar dan nyaman,” jelasnya.

Peristiwa Iwan merokok terjadi pada Minggu (25/2) dengan jadwal penerbangan pukul 21.35 WIB. Iwan terpantau merokok saat berada di boarding gate hingga saat berada di tangga pesawat.

Di saat bersamaan pesawat sedang mengisi bahan bakar avtur (refueling). Selain itu posisi Iwan juga dekat dengan engine pesawat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here