Beritainternusa.com, Jakarta – Bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Depok. Sidang beragendakan mendengarkan nota keberatan (eksepsi) ketiga terdakwa kasus penipuan calon jemaah umrah dan pencucian uang.

Ketiga terdakwa tiba di PN Depok pukul 10.25 WIB, Senin (26/2/2018) menggunakan mobil tahanan Kejari Depok. Mengenakan rompi tahanan warna oranye, ketiganya langsung dibawa masuk ke ruang tunggu tahanan.

Hingga saat ini belum diketahui ada tidaknya pengacara yang mendampingi Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan.

“Hari ini agendanya terdakwa membacakan eksepsi, kalau terdakwa mau eksepsi,” ujar Jaksa Penuntut Umum Herry Jerman saat dihubungi.

Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan, didakwa melakukan penipuan atau penggelapan terkait dengan perjalanan umrah. Total ada 63.310 calon jemaah umrah yang gagal berangkat mesti sudah membayar lunas.

Jaksa dalam surat dakwaan memaparkan 63.310 calon jemaah itu dijanjikan berangkat umrah dengan jadwal keberangkatan November 2016-Mei 2017. Akibat gagal berangkat, kerugian calon jemaah mencapai hampir Rp 1 triliun.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, bos First Travel Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan didakwa mengalihkan uang setoran calon jemaah umrah kemudian digunakan untuk membeli sederet aset.

Untuk perkara pencucian uang, para terdakwa diancam pidana pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan penipuan calon jemaah umrah dan pencucian uang. Justru bos First Travel meminta agar aset-aset yang disita segera dijual untuk kepentingan jemaah.

“Kami tidak mengajukan eksepsi, namun kami menyampaikan surat. Kami mohon kepada ketua pengadilan, majelis hakim, demi kepentingan jemaah untuk dapat menjual aset-aset terdakwa,” kata pengacara bos First Travel dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard, Cilodong, Kota Depok, Senin (26/2/2018).

Aset-aset yang diminta dijual di antaranya mobil, rumah, dan ruko. Menurut pengacara, aset-aset tersebut lebih baik dijual karena anggaran perawatan aset disebut tidak memadai.

“Saya juga tahu kejaksaan, pengadilan juga tidak ada biaya merawat barang sitaan,” sambungnya.

Andika, Anniesa, dan Kiki didakwa melakukan penipuan atau penggelapan terkait dengan perjalanan umrah. Total ada 63.310 calon jemaah umrah yang gagal berangkat meski sudah membayar lunas.

Ketiganya juga didakwa melakukan pencucian uang dengan mengalihkan uang setoran calon jemaah umrah untuk membeli sederet aset.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here