Beritainternusa.com, Blitar – Seorang pamong blok Desa/Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar dilaporkan ke polisi. Pamong blok adalah perangkat desa yang diberi tugas melakukan pungutan pembayaran PBB-P2.

Pamong berinisial AF ini diduga menggelapkan uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)-Pedesaan dan Perkotaan (P2) tahun 2015 sebesar Rp 15.969.380. Uang tersebut belum disetorkan ke kas negara hingga akhir tahun 2017.

Kasus ini terungkap saat Kepala Desa Wonodadi mengadakan rapat evaluasi PBB di kantor desa, Rabu (14/1/2016). Rapat ini dihadiri oleh perangkat desa dan tim evaluasi PBB tahun 2015. Dalam rapat tersebut ditemukan kekurangan pelunasan PBB-P2 sebesar Rp Rp 18.834.319 di wilayah pungut/baku AF, yakni Dusun Wonodadi RT 01 & RT 02 RW 01.

Kemudian pada tanggal 15 Januri 2016, Kades Wonodadi menugaskan Ali Mashudi selaku Kepala Urusan (Kaur) Ekobang untuk mengklarifikasi kepada wajib pajak di wilayah tersebut, memastikan siapa yang sudah menitipkan pembayaran dan yang belum menitipkan ke AF.

Dari hasil klarifikasi tersebut ditemukan wajib pajak yang sudah membayar kepada AF sejumlah Rp 15.969.380. Atas dasar hasil klarifikasi tersebut, pada tanggal 23 Pebruari 2016 Kades Wonodadi pun mengirim surat ke Camat Wonodadi dengan surat nomor 973/16/048.088/2016 perihal laporan perkembangan PBB-P2 tahun 2015. Inti dari surat ini adalah terkait pungutan PBB-P2 Desa Wonodadi yang sudah dipungut oleh AF dan belum disetorkan ke Kas Daerah/Negara.

Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono pun membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan itu sudah lama kami terima. Setelah melalui proses klarifikasi, meminta keterangan dari beberapa saksi, saat ini kasus itu kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Heri di Mapolresta Blitar, Jumat (23/2/2018).

Saat ini polisi telah memegang barang bukti, di antaranya surat Camat Wonodadi ke Dispenda tentang perkembangan PBB-P2 Tahun 2015, surat Kades Wonodadi ke Camat Wonodadi ttg perkembangan PBB-P2 Tahun 2015, data hasil cek Lapangan dan 3 lembar copy SPPT.

Seperti diberitakan sebelumnya, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Blitar ternyata belum memenuhi target. Hal ini disinyalir terjadi karena ada penggelapan dana oleh pamong blok.

Dari target capaian PBB-P2 tahun 2017 yang mencapai Rp 28,5 miliar baru terealisasi sebesar Rp 22 miliar. Kekurangan Rp 6,5 miliar harus segera disetorkan oleh para pamong blok atau mereka akan menghadapi sanksi pidana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here