Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Mantan bos PT Qudra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, menyebut Paulus Tannos pernah memberikan sebuah ruko di Grand Wijaya, Jakarta kepada adik Gamawan Fauzi, Azmin Aulia. Namun pemberian itu disebut disamarkan menjadi transaksi jual-beli.

Paulus merupakan Direktur PT Sandipala Arthapura. PT Sandipala Arthapura dan PT Quadra Solution merupakan perusahaan konsorsium yang ikut lelang proyek e-KTP.

“Soal Pak Gamawan, apakah kemudian pernah terjadi atau nggak antara nggak tahu. Paulus dengan Azmin Aulia pemberian tanah dan ruko? Apa kaitan pemberian ruko dan tanah dengan e-KTP?” tanya jaksa KPK pada Anang yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

“Paulus pernah bilang, mengenai tanah saya nggak tahu. Tapi mengenai ruko saya, Paulus bilang kasih ke Azmin soal ruko,” jawab Anang.

Namun menurut Anang, ketika kasus e-KTP mencuat, pemberian ruko itu dijadikan transaksi jual beli antara Paulus dengan Azmin Aulia. “Dikasih lalu setelah beberapa kemudian ramai koran, (Paulus) bilang ‘Nang sudahlah saya beresin transaksi jual beli’,” ucap Anang.

“Iya e-KTP kan disorot media terus, akhirnya jual beli saja. Ya sudah saya (Paulus) beresin saja,” imbuh Anang.

“Jadi ada berita e-KTP jadi seolah-olah pemberian ruko ini jual beli?” tanya jaksa.

“Saya nggak tahu detail, awalnya dikasih lalu jadi jual beli. Waktu itu Paulus hanya cerita itu saja,” ucap Anang.

Dalam surat dakwaan Novanto, Gamawan disebut menerima 1 unit ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya III melalui adiknya, Asmin Aulia. Selain itu, Gamawan juga disebut menerima Rp 50 juta. Namun Gamawan membantah pemberian tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here