Wakil ketua KPK Saut Situmorang

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan langkah-langkah pemberantasan korupsi yang gencar saat ini hanya berasal dari dua sumber, yaitu pengakuan/nyanyian M Nazaruddin dan operasi tangkap tangan (OTT). Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menerima kritik tersebut sebagai bahan koreksi.

“Bagus itu bahan koreksi (check and balances) KPK di praperadilan dan pengadilan Tipikor kalau ada seperti itu. Ada nyanyian dan OTT aja koruptor ngak jera-jera gimana kalau nggak ada,” ujar Saut melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (20/2/2018).

Saut mengatakan hingga saat ini dengan banyaknya OTT dan sosialisasi gerakan antikorupsi telah meningkatkan indeks persepsi korupsi. Namun, menurut Saut KPK belum berpuas diri terhadap peningkatan prestasi tersebut.

“Iya ini saya ke mana-mana bilang gimana ya indeks persepsi korupsi kita bergerak dari 37 ke 50, karena angka itu nggak bakal bergerak signifikan kalau perilaku semua kita masih paradigma lama. Angka itu bukan prestasi KPK tapi upaya kita semua dari kepala negara sampai RT/RW, termasuk yang suka-suka tipu-tipu bayar pajak dan lain-lain, preman-preman di jalan dan seterusnya,” jelasnya.

Saut juga terbuka dengan usulan Fahri agar Polri mengusut KPK. Menurutnya check and balances diperlukan untuk membangun kinerja yang sehat.

“Kalau mau baik dan adil, tidak satu pun institusi dan manusia di dalamnya, di NKRI kita ini tak boleh di check and balances. Semua institusi dan manusia di dalamnya harus di check and balances; baru nanti index persepsi korupsi kita bisa naik menyusul akan dorong kesra rakyatnya karena hukum sejalan dengan HAM,” urainya.

“Penegakan hukum itu kata kuncinya adalah kepastian hukum dan keadilan itu filosofinya. Yang lain-lain itu hanya soal management saja, KUHAP itu manajemen penegakan hukum,” ujar Saut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut ada skandal di dalam pemberantasan korupsi oleh KPK. Hal itu disampaikan Fahri usai menanggapi tudingan Nazaruddin.

Menurutnya, langkah-langkah pemberantasan korupsi yang gencar saat ini hanya berasal dari dua sumber, yaitu pengakuan Nazar dan operasi tangkap tangan (OTT).

“Pemberantasan korupsi ini skandal karena hanya bersumber dari mulutnya Nazar dan OTT. Itu yang menurut saya lebih penting untuk diungkap,” kata Fahri di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here